Perjalanan Zulmansyah Sekedang Satukan PWI, Jejaknya Jadi Inspirasi Dunia Pers

Dari Riau ke nasional, Zulmansyah Sekedang dikenal sebagai sosok pemersatu PWI dan pejuang integritas wartawan Indonesia.

Sabtu, 18 April 2026 - 14:32 WIB
Perjalanan Zulmansyah Sekedang Satukan PWI, Jejaknya Jadi Inspirasi Dunia Pers
Sekjen Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Zulmansyah Sekedang. Foto: PWI Pusat for Hallonews.

HALLONEWS.ID – Dunia pers nasional berduka atas wafatnya Sekretaris Jenderal (Sekjen) Persatuan Wartawan Indonesia Pusat Zulmansyah Sekedang.

Sosok yang dikenal vokal dalam menjaga marwah organisasi ini memiliki rekam jejak panjang di dunia jurnalistik dan organisasi wartawan.

Zulmansyah Sekedang lahir pada 2 Juli 1972 di Aceh Tenggara.

Ia menghabiskan masa kecil dan remajanya di Aceh sebelum melanjutkan pendidikan di Universitas Riau, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, jurusan Administrasi Negara.

Kiprah dari Daerah ke Nasional

Sebelum dikenal di tingkat nasional, Zulmansyah merupakan tokoh pers di Provinsi Riau. Ia menjabat sebagai Ketua PWI Riau selama dua periode, yakni 2017–2022 dan kembali terpilih untuk periode berikutnya. Dari sinilah namanya mulai diperhitungkan di level pusat.

Naik ke Panggung Nasional

Di tengah dinamika internal organisasi, Zulmansyah dipercaya menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PWI Pusat pada Juli 2024 melalui rapat pleno.

Tak lama kemudian, ia terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum PWI Pusat periode 2023–2028 dalam Kongres Luar Biasa (KLB) yang digelar di Jakarta pada Agustus 2024.

Menjabat Sekjen PWI Pusat

Pada September 2025, Kementerian Hukum mengesahkan perubahan badan hukum PWI.

Dalam struktur kepengurusan baru, Zulmansyah dipercaya menjabat Sekretaris Jenderal PWI Pusat, mendampingi Ketua Umum Akhmad Munir.

Langkah Strategis

Selama menjabat Sekjen, Zulmansyah aktif mendorong sejumlah agenda penting:

* Rekonsolidasi organisasi, untuk memperkuat kembali soliditas internal PWI
* Menjaga marwah wartawan, dengan menekankan integritas, profesionalisme, dan etika jurnalistik
* Modernisasi organisasi, agar mampu beradaptasi dengan era digital, termasuk menghadapi hoaks dan disinformasi
* Penguatan daerah, dengan memberi perhatian besar pada pengurus di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota
* Mendorong persatuan, dengan menegaskan pentingnya PWI tetap utuh dan tidak terpecah

Gaya Kepemimpinan dan Warisan

Zulmansyah dikenal sebagai pemimpin yang lugas, organisatoris, dan terbuka.

Ia bahkan beberapa kali menyatakan siap menerima sanksi jika melanggar aturan organisasi, sebagai bentuk komitmen terhadap tata kelola yang sehat.

Kepergiannya meninggalkan jejak penting dalam menjaga soliditas organisasi serta mendorong profesionalisme wartawan di Indonesia. (fer)