Polusi Udara Jadi Ancaman Kesehatan, Pemerintah Dorong Sistem Peringatan Dini Terintegrasi

Polusi udara berdampak serius bagi kesehatan masyarakat, terutama anak-anak dan lansia. Pemerintah mendorong sistem pemantauan dan peringatan dini untuk mengurangi risiko penyakit akibat pencemaran udara

Rabu, 20 Mei 2026 - 15:30 WIB
Polusi Udara Jadi Ancaman Kesehatan, Pemerintah Dorong Sistem Peringatan Dini Terintegrasi
Polusi udara berdampak pada kesehatan semua usia. Foto: Hallonews/magnific

HALLONEWS.ID – Permasalahan polusi udara terus menjadi perhatian karena dampaknya yang luas terhadap kesehatan masyarakat.

Paparan udara tercemar tidak hanya mengganggu sistem pernapasan, tetapi juga berpotensi memicu berbagai penyakit kronis apabila terjadi dalam jangka panjang.

Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono, menekankan pentingnya penguatan sistem pemantauan kualitas udara yang terintegrasi dengan mekanisme peringatan dini.

Langkah tersebut dinilai penting agar masyarakat dapat memperoleh informasi kondisi udara secara cepat dan mengambil tindakan pencegahan lebih awal.

Polusi udara diketahui dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, mulai dari batuk, iritasi saluran pernapasan, sesak napas, hingga memperburuk penyakit bawaan.

Partikel polutan berukuran sangat kecil bahkan dapat masuk ke paru-paru dan aliran darah sehingga memengaruhi fungsi organ tubuh lainnya.

Kelompok anak-anak menjadi salah satu yang paling rentan terhadap dampak polusi udara. Kondisi ini disebabkan organ pernapasan dan sistem kekebalan tubuh mereka yang masih berkembang.

Sementara itu, pada kelompok lanjut usia, kualitas udara yang buruk dapat memperparah penyakit jantung maupun gangguan paru-paru yang telah dimiliki sebelumnya.

Risiko paparan juga lebih tinggi dialami masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan dalam waktu lama.

“Oleh karena itu, penggunaan masker serta pembatasan aktivitas luar ruang saat kualitas udara memburuk dinilai penting untuk membantu mengurangi dampak kesehatan,” kata Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono dikutip wartawan media ini Rabu (20/5/2026).

Kementerian Kesehatan menilai pemanfaatan data kesehatan dan lingkungan secara terpadu dapat meningkatkan efektivitas penanganan polusi udara.

Sistem informasi berbasis data real time diharapkan mampu memberikan peringatan lebih cepat kepada masyarakat terkait kondisi kualitas udara di wilayahnya.

Di berbagai kota besar, polusi udara masih menjadi persoalan yang kerap dikeluhkan warga, terutama ketika musim kemarau dan aktivitas kendaraan bermotor meningkat.

“Kondisi tersebut mendorong pentingnya kesadaran bersama dalam menjaga kualitas lingkungan,” ujarnya.

Upaya jangka panjang seperti penambahan ruang terbuka hijau, pengurangan emisi kendaraan, serta penggunaan transportasi ramah lingkungan dinilai menjadi langkah strategis untuk menekan tingkat pencemaran udara.

“Dengan penerapan langkah pencegahan yang konsisten, risiko gangguan kesehatan akibat polusi udara diharapkan dapat diminimalkan,” tegasnya. (opy)