Prabowo Bikin Gebrakan! Bahasa Prancis Bakal Masuk Kurikulum Sekolah Indonesia
Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan pembelajaran Bahasa Prancis di sekolah Indonesia. Langkah ini disebut untuk memperkuat kerja sama Indonesia-Prancis dan meningkatkan daya saing generasi muda di kancah global.

HALLONEWS.ID – Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan rencananya untuk memperluas pembelajaran bahasa asing di Indonesia dengan memasukkan Bahasa Prancis ke dalam sistem pendidikan nasional. Gagasan tersebut disampaikan saat melakukan kunjungan kenegaraan ke Paris, Prancis, Kamis (28/5/2026).
Dalam pidatonya di Istana Élysée, Prabowo menilai penguasaan Bahasa Prancis penting sebagai bekal generasi muda menghadapi dinamika global yang terus berkembang. Menurutnya, peningkatan kemampuan bahasa asing juga dapat menjadi jembatan untuk memperkuat kerja sama internasional, khususnya antara Indonesia dan Prancis.
Prabowo mengungkapkan bahwa dirinya telah meminta agar pembelajaran Bahasa Prancis mulai diperkenalkan di berbagai jenjang pendidikan di Indonesia. Langkah tersebut disebut sejalan dengan upaya mempererat hubungan kedua negara di berbagai sektor strategis, termasuk pendidikan, ilmu pengetahuan, dan teknologi.
“Melihat perkembangan dunia ke depan, saya telah menginstruksikan agar Bahasa Prancis dipelajari di sekolah-sekolah di Indonesia,” ujar Prabowo dalam pidato yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Ia menilai Indonesia dan Prancis memiliki peluang besar untuk memperluas kolaborasi di tengah situasi global yang penuh tantangan. Karena itu, peningkatan interaksi antarmasyarakat melalui pendidikan dan penguasaan bahasa dinilai menjadi salah satu langkah penting.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menegaskan komitmen Indonesia untuk terus mendukung perdamaian dunia. Menurutnya, Indonesia dan Prancis dapat memainkan peran konstruktif dalam menghadapi berbagai ketidakpastian serta konflik yang masih terjadi di sejumlah kawasan.
Kunjungan ke Paris menjadi salah satu agenda penting dalam lawatan luar negeri Prabowo. Setibanya di Prancis, ia disambut jajaran pejabat pemerintah setempat sebelum melaksanakan sejumlah pertemuan bilateral.
Dalam rombongan Indonesia turut hadir beberapa pejabat tinggi negara, di antaranya Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Duta Besar RI untuk Prancis M. Oemar.
Sebagai informasi tambahan usulan pembelajaran Bahasa Prancis ini bukan pertama kalinya disampaikan Prabowo terkait penguatan bahasa asing di sekolah. Sebelumnya, saat menerima kunjungan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva di Jakarta pada Oktober 2025,
Prabowo juga pernah menyatakan keinginannya agar Bahasa Portugis mendapat perhatian lebih dalam sistem pendidikan Indonesia.
Saat itu, ia menilai hubungan Indonesia dan Brasil yang terus berkembang perlu didukung dengan peningkatan kemampuan bahasa sebagai sarana komunikasi dan kerja sama antarbangsa.
Dengan demikian, penguasaan bahasa asing dinilai menjadi bagian dari strategi diplomasi dan penguatan daya saing sumber daya manusia Indonesia di tingkat global. (agn)
