Prabowo Tunjuk Qodari Pimpin Bakom, Ini Rekam Jejak Sang Analis Politik
Muhammad Qodari resmi dilantik sebagai Kepala Bakom RI oleh Prabowo Subianto. Simak profil dan perjalanan kariernya.

HALLONEWS.ID — Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Muhammad Qodari sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI), Senin (27/4/2026).
Qodari menggantikan Angga Raka Prabowo dan diharapkan mampu memperkuat strategi komunikasi pemerintah di tengah derasnya arus informasi publik.
Pelantikan digelar di Istana Negara berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 51 P Tahun 2026 tentang pengangkatan pejabat negara di lingkungan Kabinet Merah Putih.
Dalam prosesi tersebut, Presiden memandu langsung pengucapan sumpah jabatan.
Qodari menyatakan komitmennya untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab serta menjunjung tinggi etika jabatan.
“Demi Allah saya bersumpah, bahwa saya akan setia kepada UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta menjalankan peraturan perundang-undangan dengan sebaik-baiknya,” ucapnya.
Usai pengambilan sumpah, Qodari bersama pejabat lainnya menandatangani berita acara pelantikan, yang kemudian dilanjutkan dengan pemberian ucapan selamat dari Presiden dan jajaran menteri.
Qodari bukan sosok baru dalam dunia politik nasional. Ia dikenal sebagai pengamat politik dengan rekam jejak panjang di bidang riset dan komunikasi publik.
Pria kelahiran 15 Oktober 1973 ini merupakan pendiri sekaligus Direktur Eksekutif Indo Barometer, lembaga survei yang fokus pada analisis sosial-politik di Indonesia.
Sebelumnya, Qodari pernah menjadi peneliti di Institut Studi Arus Informasi (ISAI) pada 1999–2001.
Ia juga sempat bergabung dengan Centre for Strategic and International Studies (CSIS) pada 2002–2003.
Kariernya kemudian berlanjut di Lingkaran Survei Indonesia (LSI) sebagai Wakil Direktur Eksekutif pada 2005–2006, serta pernah menjabat sebagai Direktur Riset di Lembaga Riset Indonesia.
Di bidang akademik, Qodari menempuh pendidikan S1 di Universitas Indonesia.
Ia kemudian melanjutkan studi S2 di University of Essex dengan fokus pada political behavior, dan meraih gelar doktor ilmu politik dari Universitas Gadjah Mada pada 2016.
Dengan latar belakang kuat di bidang riset, komunikasi, dan analisis politik, Qodari diharapkan mampu membawa strategi komunikasi pemerintah menjadi lebih efektif, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan publik. (agn)
