Presiden Resmikan Ribuan SPPG dan 18 Gudang Pangan Polri di Ssjumlah Wilayah

Presiden Prabowo Subianto meresmikan 1.179 SPPG dan 18 gudang pangan Polri. Program ini dilengkapi sistem uji keamanan makanan ketat untuk menjamin kualitas gizi masyarakat.

Jumat, 13 Februari 2026 - 14:45 WIB
Presiden Resmikan Ribuan SPPG dan 18 Gudang Pangan Polri di Ssjumlah Wilayah
Presiden Prabowo Subianto meresmikan SPPG serta gudang ketahanan pangan milik Polri di Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026). Foto Humas Polri for Hallonews

HALLONEWS.ID – Presiden Prabowo Subianto meresmikan operasional 1.179 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta 18 gudang ketahanan pangan milik Kepolisian Negara Republik Indonesia yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, Jumat (13/2/2026).

Peresmian dan peletakan batu pertama pembangunan fasilitas tersebut dipusatkan di SPPG Palmerah, Polsek Palmerah, Jakarta Barat.

Presiden hadir langsung meninjau kesiapan fasilitas sebelum acara peresmian berlangsung.
Kedatangan Presiden disambut Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, beserta jajaran pejabat Polri dan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih.

Dalam kunjungannya, Presiden meninjau langsung sejumlah fasilitas penunjang pemenuhan gizi. Mulai dari dapur produksi makanan, kolam budidaya ikan sistem bioflok, hingga area penanaman hidroponik yang menjadi bagian dari sistem ketahanan pangan terpadu.

Selain kegiatan tatap muka, peresmian SPPG di berbagai daerah juga diikuti secara virtual.

Presiden turut berdialog dengan beberapa kepala kepolisian daerah untuk memastikan kesiapan operasional layanan tersebut.

Program SPPG Polri bertujuan meningkatkan status gizi anak-anak, menekan risiko kekurangan gizi, sekaligus mendukung tumbuh kembang generasi muda Indonesia.

Program ini juga menjadi bagian dari agenda pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Dengan beroperasinya layanan SPPG, pemerintah berharap distribusi makanan bergizi kepada masyarakat dapat berjalan lebih merata dan terstandarisasi.

SPPG Palmerah yang telah beroperasi sejak Januari 2026 dilengkapi fasilitas modern, termasuk ruang pencucian perlengkapan makan dengan pemanas air, gudang bahan makanan kering dan basah, serta ruang pencucian bahan pangan yang dipisahkan berdasarkan jenisnya.

Dalam proses produksi, fasilitas tersebut menggunakan teknologi steamer untuk memastikan kualitas dan higienitas nasi yang diproduksi dalam jumlah besar.

Sebelum makanan didistribusikan, tim kesehatan Polri melakukan uji keamanan pangan secara menyeluruh.

Pemeriksaan dilakukan terhadap kandungan zat berbahaya seperti nitrit, formalin, sianida, dan arsenik. Jika ditemukan indikasi bahan berbahaya, makanan akan langsung diganti demi menjamin keamanan konsumsi masyarakat.

Pembangunan SPPG menjadi salah satu bentuk kontribusi Polri dalam mendukung program prioritas pemerintah, khususnya di bidang ketahanan pangan dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara institusi negara dalam meningkatkan pelayanan publik serta kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (min)