Presiden Tegaskan Harga Pangan Dalam Negeri Terkendali Meski Ada Tekanan Global

Harga pangan Ramadan tetap terkendali meski gejolak global, pemerintah siaga jaga inflasi dan pasokan nasional.

Sabtu, 21 Maret 2026 - 21:30 WIB
Presiden Tegaskan Harga Pangan Dalam Negeri Terkendali Meski Ada Tekanan Global
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman memantau harga bahan pangan di pasar tradisional Foto: Dok Bapanas

HALLONEWS.ID – Gejolak geopolitik Timur Tengah memicu kewaspadaan pemerintah terhadap dampak harga pangan selama Ramadan.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan harga pangan dalam negeri tetap terkendali meski ada tekanan global.

“Dengan perang, harga pangan bisa naik. Tapi Ramadan ini terkendali atau tidak? I think we are doing a good job,” kata Presiden Prabowo saat menanggapi Najwa Shihab dikutip dari video ‘Presiden Prabowo Menjawab’ yang diunggah pada Kamis (19/3/2026).

Pemerintah mengantisipasi risiko sejak awal, terutama pada sektor pangan yang dinilai sebagai kebutuhan paling mendasar.

Prabowo menekankan kemandirian pangan sebagai syarat utama kedaulatan bangsa di tengah ketidakpastian global.

“Kalau kita ingin merdeka, kita harus jamin sumber pangan,” ujarnya.

Ia mengaitkan visi tersebut dengan gagasan Soekarno yang menempatkan pangan sebagai fondasi negara.

Di sisi operasional, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan harga pangan dijaga agar tidak melonjak selama Ramadan hingga Idulfitri.

Ia menegaskan Indonesia telah swasembada sembilan komoditas strategis, sementara tiga lainnya tetap aman dari sisi stok.

“Kalau ada yang menaikkan harga, aku cabut izinnya dan tidak boleh impor lagi,” kata Amran.

Pemerintah juga menggencarkan intervensi pasar melalui program SPHP beras, Gerakan Pangan Murah, serta bantuan pangan.

Hingga 19 Maret, penyaluran beras SPHP mencapai 42,3 ribu ton dari target 828 ribu ton tahun ini.

Program GPM telah digelar 789 kali di 24 provinsi dan 153 kabupaten/kota sepanjang Maret.

Distribusi bantuan pangan beras dan minyak goreng juga dipercepat untuk 33,2 juta penerima di seluruh Indonesia.

Perum Bulog memperluas distribusi melalui 565 cabang guna menjaga pasokan tetap stabil.

Dari sisi indikator, inflasi pangan Februari 2026 tercatat 2,50 persen bulanan dan 4,64 persen tahunan.

Angka ini masih berada dalam target pemerintah di kisaran 3–5 persen untuk komponen volatile food.

Stabilitas tersebut menjadi sinyal daya beli masyarakat masih terjaga di tengah tekanan global. (gaa)