PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) Bukukan Laba Bersih Rp 470 Miliar pada 2025 di Tengah Tantangan Ekonomi
PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) bukukan laba bersih Rp470 miliar pada 2025 dengan pendapatan Rp9,03 triliun. Simak kinerja, pergerakan saham, dan analisis valuasinya.

HALLONEWS.ID – PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun 2025 di tengah kondisi makroekonomi yang menantang dan melemahnya permintaan konsumen.
Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 9,03 triliun dengan EBITDA mencapai Rp 1,37 triliun. Pada periode yang sama, laba bersih tercatat sebesar Rp 470 miliar dengan margin 5,2 persen, mencerminkan peningkatan profitabilitas serta penguatan eksekusi operasional.
Perseroan menutup tahun 2025 dengan posisi kas sebesar Rp 1,96 triliun. Manajemen menyampaikan bahwa capaian tersebut mencerminkan fokus disiplin pada bisnis inti Real Estate dan Lifestyle, peningkatan efisiensi berkelanjutan, serta pengelolaan keuangan yang prudent melalui pengendalian biaya dan upaya pengurangan utang.
Pada segmen real estate, LPKR mencatat pra penjualan sebesar Rp 5,32 triliun atau setara 85 persen dari target tahunan.
Kinerja ini didorong oleh permintaan berkelanjutan untuk rumah tapak segmen terjangkau maupun premium di berbagai wilayah, yang berkontribusi 72 persen dari total pra penjualan.
Manajemen menyampaikan bahwa strategi perumahan terjangkau yang dilengkapi penawaran di segmen premium menjadi pendorong utama capaian tersebut, seiring dengan serah terima produk yang tepat waktu serta inisiatif pengurangan utang yang memperkuat struktur permodalan.
Kinerja pra penjualan turut didukung oleh peluncuran Park Serpong fase 4 hingga 6 serta pengenalan produk Treetops Livin. Proyek-proyek tersebut menyasar segmen mass market dan menengah serta memperkuat posisi perseroan di pasar rumah tapak.
Sepanjang 2025, pendapatan segmen real estate mencapai Rp 7,67 triliun atau tumbuh 52 persen, didorong oleh serah terima unit residensial dan komersial. EBITDA segmen ini tercatat Rp 1,15 triliun.
Sementara itu, segmen gaya hidup yang mencakup bisnis pusat perbelanjaan dan hotel membukukan pendapatan Rp 1,37 triliun. Laba kotor meningkat 6 persen menjadi Rp 1,03 triliun dan EBITDA naik 16 persen menjadi Rp 448 miliar, didukung peningkatan sewa tenant, pemulihan operasional, serta optimalisasi biaya.
Tentang Perusahaan
PT Lippo Karawaci Tbk merupakan pengembang kawasan perkotaan residensial dan komersial di Indonesia. Kegiatan usaha perseroan meliputi pembangunan kota mandiri dan pengembangan terpadu skala besar, pusat perbelanjaan ritel, layanan kesehatan, rumah sakit, infrastruktur, serta pengelolaan properti dan portofolio.
Proyek pengembangan yang dijalankan antara lain Lippo Village, Lippo Cikarang, Tanjung Bunga, Royal Serpong Village, dan San Diego Hills Memorial Park. Perseroan merupakan bagian dari Grup Lippo.
Pergerakan Harga Saham
Pada perdagangan terakhir, saham LPKR berada di level Rp 93. Dalam satu pekan terakhir saham terkoreksi 6,06 persen dan dalam satu bulan turun 4,12 persen. Secara tiga bulan saham masih menguat 2,20 persen.
Dalam satu tahun terakhir saham mencatat kenaikan 10,71 persen dan dalam tiga tahun naik 14,81 persen, namun dalam lima tahun terakhir masih terkoreksi 57,34 persen.
Analisis Yesinvest
Secara fundamental, kinerja laba bersih LPKR menunjukkan perbaikan setelah mencatatkan kerugian pada 2021 sebesar Rp 1,603 triliun dan 2022 sebesar Rp 2,692 triliun.
Perseroan membukukan laba Rp 50 miliar pada 2023 dan Rp 18,746 triliun pada 2024 sebelum mencatatkan laba Rp 470 miliar pada 2025. Perbaikan ini mencerminkan transformasi operasional serta fokus pada penguatan bisnis inti dan struktur permodalan.
Dari sisi valuasi, saham LPKR saat ini diperdagangkan dengan rasio harga terhadap laba sebesar 14,04 kali. Rasio ini menggambarkan ekspektasi pasar terhadap keberlanjutan pemulihan kinerja serta kemampuan perseroan menjaga profitabilitas di tengah dinamika sektor properti.
Secara teknikal, saham LPKR bergerak dalam pola sideways dan telah mengalami breakdown dari area support terdekat di Rp 96 dengan pembentukan candlestick impulsif. Kondisi ini mengindikasikan potensi kelanjutan pelemahan menuju support berikutnya di Rp 87, dengan resistance terdekat berada di kisaran Rp 100. (Hendeka Putra / Research Analyst Yes Invest)
Disclaimer
Artikel ini merupakan produk jurnalistik Hallo News yang disusun berdasarkan informasi, data, dan narasumber yang dianggap kredibel pada saat penulisan. Seluruh konten disajikan untuk tujuan informasi dan edukasi, serta bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau nasihat untuk membeli, menjual, maupun menahan instrumen investasi atau produk keuangan tertentu. Segala keputusan yang diambil pembaca berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi pembaca. Hallo News tidak bertanggung jawab atas segala bentuk keuntungan maupun kerugian yang mungkin timbul sebagai akibat dari penggunaan informasi dalam artikel ini.
