Puslabfor Turun Tangan, Penyebab Kebakaran Besar Kemayoran Diburu Polisi

Polisi memeriksa lima saksi untuk mengungkap penyebab kebakaran besar di Kemayoran, Jakarta Pusat. Tim forensik Polri dijadwalkan turun ke lokasi guna menelusuri titik awal munculnya api.

Rabu, 3 Juni 2026 - 1:05 WIB
Puslabfor Turun Tangan, Penyebab Kebakaran Besar Kemayoran Diburu Polisi
Api Melalap Ratusan Rumah di Kemayoran Jakarta Pusat, Polisi Libatkan Tim Forensik. ( Hallonews/Feris Pakpahan).

HALLONEWS.ID – Penyelidikan kebakaran besar yang menghanguskan kawasan permukiman padat di Kemayoran, Jakarta Pusat, terus bergulir.

Kepolisian kini bergerak mengumpulkan keterangan saksi demi mengungkap penyebab pasti insiden yang meninggalkan duka bagi ratusan warga tersebut.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold Hutagalung mengungkapkan bahwa hingga kini sedikitnya lima orang saksi telah dimintai keterangan.

“Salah satunya adalah Ketua RW 04 Kelurahan Kebon Kosong yang mengetahui situasi di lokasi saat peristiwa terjadi,” ujarnya kepada wartawan pada Selasa (2/6/2026).

Menurutnya, selain pemeriksaan saksi, polisi juga menggandeng Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri untuk melakukan pemeriksaan ilmiah di lokasi kejadian.

“Tim forensik dijadwalkan melakukan olah tempat kejadian perkara pada rumah yang diduga menjadi titik awal munculnya kobaran api,” katanya.

Ia menjelaskan, berdasarkan informasi awal yang dihimpun dari warga dan petugas di lapangan, api pertama kali terlihat berasal dari salah satu rumah di kawasan tersebut.

“Lokasi itu kini telah dipasangi garis polisi untuk kepentingan penyelidikan,” tegasnya.

Reynold mengatakan pemeriksaan terhadap pemilik rumah yang diduga menjadi titik awal kebakaran juga akan dilakukan.

“Namun sejumlah saksi lain masih belum dapat dimintai keterangan karena kondisi psikologis mereka belum pulih sepenuhnya setelah mengalami peristiwa yang mengagetkan tersebut,” ucapnya.

Sebelumnya, kebakaran melanda kawasan Gempol, belakang Pasar Jiung, Kemayoran, Jakarta Pusat pada Senin malam.

Warga sempat berusaha memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan yang tersedia di lingkungan setempat. Namun, besarnya kobaran api membuat upaya tersebut tidak berhasil.

Petugas pemadam kebakaran yang menerima laporan segera menuju lokasi dan berjibaku mengendalikan api yang terus menjalar di antara bangunan semi permanen yang berdiri rapat.

Setelah berjam-jam melakukan pemadaman, petugas akhirnya berhasil melokalisasi api menjelang tengah malam. Proses pendinginan kemudian berlangsung hingga dini hari untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala. (fer)