Satgas PRR Gelontorkan Rp537,22 Miliar untuk Rumah Penyintas di Aceh Hingga Sumbar

Satgas PRR menyalurkan Rp537,22 miliar untuk perbaikan 26.849 rumah terdampak bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar.

Sabtu, 18 April 2026 - 8:00 WIB
Satgas PRR Gelontorkan Rp537,22 Miliar untuk Rumah Penyintas di Aceh Hingga Sumbar
Ketua Satgas PRR Tito Karnavian, Menteri PKP Maruarar Sirait bersama warga yang terdampak korban banjir bandang di Aceh. (dok Kemendagri for Hallonews)

HALLONEWS.ID — Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi Rekontruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera terus menyalurkan bantuan perbaikan rumah kepada Penyintas Bencana hidrometeorologi di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).

Berdasarkan data Satgas PRR per 17 April 2026, penyaluran bantuan untuk rumah rusak ringan dan rusak sedang di tiga provinsi tersebut menunjukkan progres signifikan.

Di Aceh, bantuan telah menjangkau 12.856 unit rumah rusak ringan dan 9.347 unit rumah rusak sedang, dengan total nilai Rp473,25 miliar.

Di Sumatera Utara, bantuan disalurkan untuk 2.232 unit rumah rusak ringan dan 1.228 unit rumah rusak sedang dengan total Rp40,56 miliar. Sementara di Sumatera Barat, bantuan diberikan kepada 811 unit rumah rusak ringan dan 375 unit rumah rusak sedang dengan total Rp23,415 miliar.

Secara keseluruhan, bantuan stimulan perbaikan rumah yang telah disalurkan mencapai Rp537,22 miliar untuk 26.849 unit rumah. Angka ini meningkat dibandingkan penyaluran pada Maret 2026 yang mencapai Rp528,76 miliar untuk 25.076 unit rumah.

Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menjelaskan bahwa bantuan diberikan langsung kepada pemilik rumah sebagai dana stimulan agar masyarakat dapat memperbaiki rumah secara mandiri. Besaran bantuan yang diberikan adalah Rp15 juta untuk rumah rusak ringan dan Rp30 juta untuk rumah rusak sedang.

Selain itu, pemerintah juga memberikan dukungan tambahan berupa uang isi hunian sebesar Rp3 juta dan stimulan ekonomi sebesar Rp5 juta. Bantuan jaminan hidup (jadup) turut disalurkan sebesar Rp450 ribu per orang per bulan untuk memenuhi kebutuhan dasar penyintas.

“Rumah rusak ringan dibantu Rp15 juta, ditambah dukungan lain dari Kementerian Sosial yang totalnya lebih dari Rp8 juta. Untuk rumah rusak sedang, diberikan Rp30 juta oleh BNPB serta tambahan lebih dari Rp8 juta dari Kemensos,” ujar Tito dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (17/4/2026).

Percepatan penyaluran bantuan ini dilakukan secara paralel dengan pembangunan hunian tetap (huntap) dan hunian sementara (huntara) guna memastikan ketersediaan tempat tinggal layak bagi penyintas, khususnya yang rumahnya rusak berat atau hilang.

Data Satgas PRR per 17 April 2026 mencatat kebutuhan hunian tetap di tiga provinsi mencapai 39.021 unit. Dari jumlah tersebut, 241 unit telah selesai dibangun dan 1.243 unit lainnya masih dalam proses pembangunan.

Secara rinci, di Aceh telah dibangun 104 unit huntap dari total kebutuhan 28.876 unit, dengan 395 unit dalam proses. Di Sumatera Utara, 120 unit telah selesai dari total 7.321 unit, dengan 407 unit masih dibangun. Sementara di Sumatera Barat, 17 unit telah rampung dari total 2.824 unit, dengan 441 unit dalam tahap pembangunan.

Adapun pembangunan hunian sementara menunjukkan progres yang lebih tinggi. Hingga 16 April 2026, sebanyak 19.028 unit huntara telah rampung dari target 20.495 unit, atau mencapai 92 persen. (agn)