Terkuak! Ini Kekayaan Kepala Imigrasi Batam Hajar Aswad yang Tersandung Kasus Dugaan Pungli WN Singapura
LHKPN Hajar Aswad dikulik usai terseret kasus pungli WN Singapura. Ini rincian aset dan kariernya.

HALLONEWS.ID – Isu dugaan pungutan liar di Pelabuhan Internasional Batam Centre, Kepulauan Riau kini tidak hanya berhenti pada aspek hukum, tetapi juga merembet ke transparansi kekayaan pejabat yang terseret.
Nama Hajar Aswad menjadi sorotan setelah keputusan penonaktifan dijatuhkan oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi melalui mekanisme pengawasan internal.
Langkah tersebut diambil menyusul dugaan keterlibatan dalam praktik pemerasan terhadap warga negara Singapura.
Di tengah proses investigasi yang masih bergulir, perhatian publik mulai bergeser pada laporan harta kekayaan yang bersangkutan, sebagaimana tercantum dalam dokumen Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dikutip pada Minggu (5/4/2026).
Berdasarkan penelusuran data, total aset yang dilaporkan mencapai kisaran Rp2,7 miliar.
Porsi terbesar berasal dari kepemilikan properti berupa tanah dan bangunan di wilayah Sukabumi, Jawa Barat dengan nilai akumulatif lebih dari Rp1 miliar.
Aset tersebut mencakup beberapa bidang dengan ukuran yang cukup luas.
Selain properti, daftar kekayaan juga mencantumkan kepemilikan kendaraan.
Di antaranya mobil Mitsubishi Pajero Sport Dakar 2020 serta sejumlah sepeda motor dari berbagai kategori, mulai dari motor klasik hingga skuter modern.
Nilai total kendaraan tersebut mendekati setengah miliar rupiah.
Komponen lain dalam laporan meliputi harta bergerak bernilai ratusan juta rupiah serta simpanan kas dan setara kas yang jumlahnya melampaui Rp500 juta.
Dalam dokumen tersebut juga tidak tercatat adanya kewajiban utang, sehingga nilai kekayaan bersih tetap berada di angka sekitar Rp2,7 miliar.
Hingga kini, proses pemeriksaan terhadap Hajar Aswad masih berlangsung di tingkat pusat guna memastikan kepastian hukum.
Di luar itu, perjalanan karier Hajar Aswad juga menjadi bagian dari perhatian.
Ia dikenal sebagai birokrat karier di lingkungan Ditjen Imigrasi dengan pengalaman lebih dari satu dekade.
Sejumlah posisi strategis pernah diemban, mulai dari penugasan di kantor imigrasi besar seperti Jakarta Pusat, DKI Jakarta dan Bandara Soekarno-Hatta, Banten hingga jabatan struktural di berbagai daerah seperti Cirebon, Jawa Barat dan Ngurah Rai, Bali.
Kariernya terus menanjak dengan menduduki posisi penting di tingkat pusat, termasuk di bidang visa dan penyidikan keimigrasian.
Sebelum akhirnya menjabat sebagai Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, Kepulauan Riau ia juga sempat memimpin Kantor Imigrasi Kendari, Sulawesi Tenggara. (fer)
