Tol Japek Padat, Contraflow Diperluas Jadi 3 Lajur ke Arah Cikampek

Kepadatan kendaraan meningkat, atas diskresi kepolisian Tol Japek terapkan contraflow 3 lajur di KM 48-66 arah Cikampek.

Kamis, 19 Maret 2026 - 15:25 WIB
Tol Japek Padat, Contraflow Diperluas Jadi 3 Lajur ke Arah Cikampek
Jasa Marga Transjawa Tol (JTT) bersama kepolisian memperlebar contraflow dari KM 48 hingga KM 66 arah Cikampek sejak Kamis (19/3) siang. Foto/Jasa Marga for Hallonews

HALLONEWS.ID – Lonjakan kendaraan menuju arah timur Trans Jawa kian terasa menjelang Lebaran 2026. Untuk meredam kepadatan, rekayasa lalu lintas di Tol Jakarta-Cikampek (Japek) diperluas dengan menambah lajur contraflow menjadi tiga jalur.

Jasa Marga Transjawa Tol (JTT) bersama kepolisian memperlebar contraflow dari KM 48 hingga KM 66 arah Cikampek sejak Kamis (19/3) siang. Langkah ini diambil sebagai respons atas meningkatnya mobilitas pemudik yang mulai memadati jalur utama keluar Jakarta.

VP Corporate Secretary dan Legal Jasa Marga Transjawa Tol Ria Marlinda Paallo mengatakan penyesuaian dilakukan secara situasional dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan arus lalu lintas ke arah Timur membludak.

“Pelebaran menjadi tiga lajur ini merupakan langkah antisipatif untuk menjaga kelancaran arus kendaraan menuju Trans Jawa, terutama di tengah peningkatan mobilitas menjelang Lebaran,” kata Ria, Kamis (19/3/2026).

Tekanan lalu lintas juga terlihat di ruas Jalan Layang Mohammed Bin Zayed Toll Road (MBZ). Data mencatat, pada H-3 Lebaran, kendaraan yang meninggalkan Jakarta mencapai 64.985 unit, melonjak hampir tiga kali lipat dibandingkan kondisi normal.

Sebaliknya, arus kendaraan menuju Jakarta tercatat lebih rendah, yakni 28.788 kendaraan, meski tetap mengalami peningkatan sekitar 30 persen dari lalu lintas harian biasa. Secara total, hampir 94 ribu kendaraan melintas di ruas MBZ dalam dua arah, dengan dominasi arus keluar Ibu Kota.

Pihak Jasa Marga bersama kepolisian terus memantau pergerakan kendaraan secara intensif dan menyiagakan petugas di sejumlah titik krusial guna memastikan rekayasa lalu lintas berjalan efektif. (dul)