TPA Burangkeng Lumpuh Gegara BBM Langka, Puluhan Truk Sampah Tertahan

TPA Burangkeng Bekasi lumpuh akibat kelangkaan solar industri yang jadi BBM alat-alat berat di lokasi tersebut.

Jumat, 24 April 2026 - 8:45 WIB
TPA Burangkeng Lumpuh Gegara BBM Langka, Puluhan Truk Sampah Tertahan
Hallonews/Abdullah foto : Puluhan truk sampah mengular di TPA Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi.

HALLONEWS.ID – Aktivitas pengelolaan sampah di TPA Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, lumpuh akibat kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) industri yang digunakan untuk operasional alat berat.

Sejumlah ekskavator yang biasa digunakan untuk menata gunungan sampah terlihat tidak beroperasi. Dampaknya, puluhan truk sampah tertahan di area masuk TPA karena muatan belum dapat dibongkar.

“Saya masuk jam 12 siang kemarin, tapi sudah tidak ada aktivitas. Kami cuma menunggu,” kata salah satu sopir truk sampah kepada Hallonews, Jumat (24/4/2026).

Pantauan di lapangan menunjukkan antrean truk mengular hingga area parkir. Berbeda dari kondisi normal, sebagian besar truk masih dalam kondisi penuh muatan sampah.

Kepala UPTD Burangkeng Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi Samsuro mengatakan gangguan operasional dipicu sulitnya pasokan BBM industri dalam beberapa hari terakhir.

“Biasanya pesan langsung dikirim. Sekarang sudah dipesan, tapi belum datang. Selain itu harganya juga sedang naik,” katanya.

Menurut Samsuro, alat berat yang digunakan di TPA Burangkeng merupakan milik pihak ketiga dengan skema sewa, termasuk penyediaan BBM. Kenaikan harga BBM industri disebut signifikan, dari sekitar Rp15.000 menjadi Rp35.000 per liter.

Dalam kondisi normal, terdapat 22 unit alat berat yang beroperasi dengan konsumsi sekitar 150 liter per hari per unit, atau total lebih dari 3.000 liter per hari.

Kelangkaan pasokan dan lonjakan harga BBM membuat operasional terhenti. Pihak penyedia alat berat juga telah mengajukan penyesuaian harga sewa.

Samsuro mengakui, meski belum berdampak langsung pada layanan pengangkutan sampah di masyarakat, potensi gangguan bisa terjadi jika kondisi ini berlanjut. “Yang kami khawatirkan pelayanan ke masyarakat, karena truk banyak yang tertahan di TPA,” katanya.

Ia berharap pasokan BBM segera kembali normal agar aktivitas pengelolaan sampah dapat berjalan seperti biasa. (dul)