Wagub Rano Karno Bawa JIS Belajar ke San Siro, Jakarta Bidik Stadion Kelas Dunia
Wagub Rano Karno jajaki kerja sama San Siro dan JIS untuk mewujudkan stadion berkelas dunia di Jakarta.

HALLONEWS.ID – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menginisiasi penjajakan kerja sama antara Stadion San Siro dan Jakarta International Stadium (JIS) dalam kunjungan kerja ke Milan, Italia, Selasa (12/5/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Rano bersama delegasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bertemu jajaran manajemen San Siro, di antaranya General Manager Fabrizio Caruso dan Business Development Michele Finucci.
Pertemuan membahas peluang kerja sama pengelolaan stadion modern, penyelenggaraan event internasional, pengembangan museum stadion, teknologi perawatan rumput, hingga strategi membangun keterlibatan penggemar atau fan engagement.
Rano menilai Jakarta perlu belajar dari pengalaman San Siro yang selama lebih dari satu abad menjadi ikon sepak bola dunia.
Menurutnya, stadion modern tidak cukup hanya menjadi tempat pertandingan, tetapi juga harus berkembang menjadi destinasi wisata olahraga, pusat hiburan, ruang ekonomi kreatif, dan kebanggaan warga.
“Kami datang bukan sekadar berkunjung, tetapi belajar bagaimana stadion bisa hidup sebagai ruang sejarah, bisnis, hiburan, dan kebanggaan warga. JIS punya potensi besar ke arah sana,” ujar Rano dalam keterangannya, Kamis (14/5/2026).
Ia mendorong PT Jakarta Propertindo (Jakpro) selaku pengelola JIS untuk menindaklanjuti komunikasi dan transfer pengetahuan dengan pihak San Siro.
Menurutnya, kolaborasi tersebut dapat mencakup tata kelola stadion, manajemen event berskala besar, optimalisasi aktivitas nonpertandingan, hingga peningkatan pengalaman pengunjung agar JIS memiliki kegiatan sepanjang tahun.
Kunjungan ini juga dinilai sejalan dengan rencana kedatangan AC Milan ke Jakarta pada 8 Agustus 2026 untuk menghadapi Chelsea FC dalam laga pramusim di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Rano menyebut agenda tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Jakarta memiliki daya tarik besar sebagai pasar sepak bola internasional sekaligus kota penyelenggara event olahraga kelas dunia.
“Kedatangan AC Milan ke Jakarta adalah sinyal penting. Dunia melihat Jakarta sebagai pasar, panggung, dan kota yang punya gairah besar terhadap sepak bola. Tugas kita memastikan Jakarta siap bukan hanya sebagai tuan rumah pertandingan, tetapi juga kota yang mampu menghadirkan pengalaman kelas dunia,” katanya.
Dalam kesempatan itu, delegasi DKI Jakarta juga meninjau museum dan area Stadion San Siro guna mempelajari bagaimana sejarah Inter Milan dan AC Milan dikelola menjadi bagian dari pengalaman pengunjung.
Rano menegaskan pengalaman San Siro penting bagi Jakarta karena JIS merupakan infrastruktur strategis untuk mendukung posisi Jakarta sebagai kota global.
Ia berharap penjajakan ini menjadi langkah awal memperluas jejaring internasional JIS dalam manajemen stadion, wisata olahraga, dan penyelenggaraan event dunia.
Sementara itu, Michele Finucci menyatakan San Siro terbuka untuk berbagi pengalaman dengan Jakarta.
“Stadion modern harus dikelola bukan hanya sebagai arena pertandingan, tetapi juga ruang publik yang memiliki nilai sejarah, ekonomi, dan emosional,” ujarnya. (fer)
