Wakapolri Bongkar Strategi Baru Humas Polri 2026, Andalkan AI dan Big Data untuk Kuasai Opini Publik
Wakapolri dorong Humas Polri 2026 bertransformasi digital dengan AI dan big data. Strategi baru ini fokus pada penguatan SDM dan pengelolaan opini publik.

HALLONEWS.ID – Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo menegaskan pentingnya transformasi digital dan penguatan sumber daya manusia dalam tubuh Humas Polri saat membuka kegiatan Rakernis Humas Polri 2026, Rabu (15/4/2026).
Dalam arahannya, Dedi menilai kinerja Humas Polri mengalami peningkatan signifikan, khususnya dalam pengelolaan media dan penyampaian informasi kepada publik.
Ia menegaskan bahwa fungsi kehumasan kini memiliki peran strategis dalam menjaga citra dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.
“Humas bukan lagi sekadar penyampai informasi, tetapi menjadi pusat komunikasi strategis yang berperan dalam membentuk persepsi publik dan menjaga legitimasi institusi,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).
Menurutnya, tantangan komunikasi di era digital menuntut pendekatan yang lebih canggih dan terukur. Oleh karena itu, Humas Polri didorong untuk mengadopsi konsep intelligence-led communication dengan memanfaatkan teknologi berbasis big data dan kecerdasan buatan (AI).
Pemanfaatan teknologi ini mencakup pemantauan isu secara real time, analisis tren informasi, hingga penyusunan respons cepat terhadap dinamika yang berkembang di ruang publik. Dengan cara ini, Polri diharapkan mampu menghadapi arus disinformasi yang semakin kompleks.
Selain transformasi digital, Wakapolri juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas SDM. Ia mengingatkan bahwa kemampuan komunikasi tidak hanya menjadi tanggung jawab personel Humas, tetapi seluruh anggota Polri.
Hal ini sejalan dengan kebijakan internal yang mengatur bahwa setiap personel harus mampu menyampaikan informasi secara tepat, akurat, dan humanis kepada masyarakat.
Lebih lanjut, Dedi menekankan bahwa strategi komunikasi Polri harus selaras dengan arah pembangunan nasional, termasuk visi jangka panjang Indonesia Emas 2045.
Dengan demikian, setiap pesan yang disampaikan kepada publik memiliki arah yang jelas dan mendukung agenda pembangunan nasional.
Ia juga menyoroti peran penting pusat kendali informasi atau War Room Humas dalam memantau isu-isu viral. Fasilitas ini dinilai menjadi kunci dalam menentukan langkah cepat, baik untuk meredam isu negatif maupun memperkuat informasi positif.
Menutup arahannya, Wakapolri mengingatkan bahwa Humas Polri merupakan wajah institusi di mata publik. Oleh karena itu, profesionalitas, kecepatan, dan ketepatan dalam berkomunikasi menjadi faktor utama dalam menjaga kepercayaan masyarakat. (min)
