Warga dan Pelaku UMKM di Bogor Berharap Pemerintah Tak Naikkan Harga LPG 3 Kg Jelang Lebaran
Masyarakat ekonomi bawah dan pelaku UMKM di Bogor berharap pemerintah tidak menaikkan harga LPG subsidi 3 Kg jelang Lebaran. Kenaikan harga bahan pokok sudah menekan biaya hidup dan usaha

HALLONEWS.ID – Jelang Lebaran, masyarakat ekonomi bawah dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengharapkan pemerintah tidak menaikkan harga gas elpiji subsidi 3 Kg.
Mereka menyebut, kenaikan harga tabung gas ini akan membebani biaya hidup sehari-hari dan operasional usaha yang sangat bergantung pada LPG 3 Kg. Sebab, beberapa harga kebutuhan pokok sudah bergerak naik, mulai dari harga daging sapi dan ayam serta cabe dan ikan air tawar.
Seorang pedagang martabak yang berjualan seputar kantor Kecamatan Bogor Utara, bahkan meminta pemerintah mencari solusi lain jika memang keuangan negara sedang tidak baik-baik saja, daripada menaikan harga gas melon yang merupakan kebutuhan mendasar mereka dalam berjualan.
“Saya tiap malam bawa adonan satu ember besar. Kalau sampai habis, sy bisa habiskan dua tabung gas 3Kg. Kalau naik, modalnya berat,” kata bapak penjual yang dipanggil Abu ini Sabtu (7/3/2026) malam.
Sebuah warung makan pecel lele dan ayam goreng dan nasi goreng serta cap cai juga berharap hal yang sama. Warung yang dibuka usai magrib hingga pukul 1.00 Wib tengah malam ini, bisa menghabiskan empat tabung gas.
“Serba berat sekarang. Apalagi jelang lebaran, beberapa bahan kami naik seperti ikan mujair, cabai dan ayam,” kata ibu penjual yang disapa Bu Lesti ini.
Keluhan dan harapan masyarakat pelaku UMKM dan ibu rumah tangga ini setelah
Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa buka-bukaan terkait harga sebenarnya Liquefied Petroleum Gas (LPG) subsidi 3 Kilogram (Kg).
Menurut Purbaya, harga LPG 3 Kg yang beredar saat ini, merupakan hasil subsidi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Purbaya menyebutkan, harga asli LPG 3 kg yang benar adalah Rp 42.750/tabung. Sementara, LPG 3 kg yang disalurkan melalui pangkalan resmi Pertamina ke agen penyalur dipatok sebesar Rp 12.750 per tabung. Artinya, pemerintah memberikan subsidi sebesar Rp 30.000 per tabung untuk gas LPG 3 kg ini.
Disebuah pengecer di wilayah Palayu, harga per tabung 3 Kg gas dijual Rp22 ribu. Pengecer mengaku, saat mengambil dari agen, mereka membayar dengan harga Rp19.500/tabung.
“Selama ini pemerintah menanggung selisih harga keekonomian dan harga yang dibayarkan masyarakat melalui pemberian subsidi energi non energi,” kata Purbaya saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR beberapa waktu lalu, dikutip Sabtu (7/3/2026).
Selain LPG 3 kg, pemerintah juga memberikan subsidi untuk harga BBM jenis Pertalite maupun Solar subsidi. (opy)
