4 Fakta Mengerikan Kebakaran Kapal Basarnas KN SAR Ramawijaya di Muara Baru
Kapal Basarnas KN SAR Ramawijaya terbakar saat docking di Muara Baru. Berikut 4 fakta insiden, dari evakuasi ABK hingga penyebab yang masih diselidiki polisi.

HALLONEWS.ID – Kapal Negara (KN) SAR Ramawijaya 240 milik Kantor Basarnas Mentawai dilahap api saat menjalani proses perawatan (docking) di galangan kapal Pelabuhan Nizam Zachman Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (22/7/2026) malam.
Kebakaran yang terjadi di kapal penyelamat sepanjang 40 meter itu sempat memicu kepanikan.
Puluhan petugas pemadam kebakaran dan personel SAR diterjunkan untuk mengendalikan kobaran api. Beruntung, seluruh awak kapal berhasil menyelamatkan diri.
Berikut 4 fakta di balik kebakaran KN SAR Ramawijaya yang kini masih diselidiki polisi.
1. Kapal Terbakar di Tengah Proses Docking
Insiden terjadi ketika KN SAR Ramawijaya tengah menjalani perawatan tahunan di galangan kapal PT Proskuneo Kadarusman, kawasan Pelabuhan Nizam Zachman.
Kepala Kantor SAR Jakarta Desiana Kartika Bahari mengatakan, kapal tersebut memang tidak sedang menjalankan operasi penyelamatan, melainkan berada di dok untuk proses perbaikan rutin.
Informasi awal yang diterima petugas menyebutkan kebakaran mulai terjadi sekitar pukul 18.40 WIB, diduga diawali munculnya percikan api. Namun hingga kini, sumber percikan maupun penyebab kebakaran belum dapat dipastikan.
2. Sebanyak 10 ABK Lolos dari Amukan Si Jago Merah
Saat proses docking berlangsung, sekitar 10 anak buah kapal (ABK) tetap berada di lokasi untuk mengawasi pekerjaan perbaikan sebagai perwakilan pemilik kapal. Ketika api mulai membesar, seluruh ABK langsung melakukan evakuasi mandiri.
Basarnas memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka, baik dari pihak awak kapal maupun pekerja galangan yang berada di lokasi saat insiden berlangsung.
Keberhasilan evakuasi cepat menjadi faktor utama yang mencegah munculnya korban dalam kebakaran tersebut.
3. Puluhan Damkar Dikerahkan Jinakkan Kobaran Api
Besarnya kobaran api membuat petugas mengerahkan kekuatan penuh ke lokasi kejadian.
Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta mengirim puluhan unit mobil pemadam beserta personel untuk melakukan pemadaman.
Operasi tersebut juga mendapat dukungan dari tim rescue Kantor SAR Jakarta serta Pos SAR Kepulauan Seribu.
Petugas bekerja selama beberapa jam hingga api akhirnya berhasil dikendalikan dan dilanjutkan dengan proses pendinginan guna memastikan tidak ada bara maupun titik api.
4. Misteri Penyebab Kebakaran Belum Terungkap
Hingga proses pemadaman selesai, penyebab pasti kebakaran masih menjadi tanda tanya.
Basarnas menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada kepolisian untuk mengungkap sumber api, titik awal kebakaran, serta kemungkinan adanya unsur kelalaian maupun faktor teknis selama proses perbaikan kapal.
Polisi masih menunggu kondisi kapal benar-benar aman sebelum melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) secara menyeluruh.
Kebakaran saat kapal berada dalam proses perawatan pun menambah daftar insiden kapal yang terjadi di kawasan pesisir Jakarta Utara dalam beberapa hari terakhir. (dul)
