58.873 Jemaah Umrah Masih di Arab Saudi, Kemenag Kota Bogor Lakukan Pendataan Dampak Konflik Timur Tengah
Puluhan ribu jemaah umrah Indonesia masih berada di Arab Saudi akibat eskalasi konflik Timur Tengah. Kemenag Kota Bogor lakukan pendataan dan imbau jemaah tetap tenang.

HALLONEWS.ID – Eskalasi konflik di Timur Tengah mulai berdampak langsung pada jemaah Indonesia. Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Pengelolaan Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH) per awal Maret 2026, tercatat sebanyak 58.873 jemaah umrah Indonesia masih berada di Arab Saudi.
Sebagian dari mereka terdampak penundaan jadwal penerbangan menyusul memanasnya konflik antara Amerika Serikat–Israel dan Iran yang memicu gangguan operasional sejumlah maskapai.
Kepala Seksi Haji Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bogor, Indra Karmawan, mengatakan pihaknya saat ini tengah melakukan pendataan untuk memastikan jumlah jemaah asal Kota Bogor yang berada di Tanah Suci, baik yang masih menjalankan ibadah maupun yang keberangkatannya tertunda.
“Sampai saat ini saya terus berupaya mencari informasi valid dari travel-travel yang sedang melaksanakan kegiatan umrah. Kami ingin memastikan data warga Bogor yang tertahan di sana maupun yang keberangkatannya tertunda,” ujar Indra kepada Hallonews, Senin (2/3/2026).
Monitoring Intensif dan Koordinasi Lintas Lembaga
Indra menjelaskan, pemerintah melalui Kementerian Haji Arab Saudi, Perwakilan RI di Arab Saudi, serta otoritas terkait terus melakukan pemantauan situasi secara intensif.
“Kemenhaj dan Perwakilan Indonesia di Arab Saudi bersama otoritas setempat terus memastikan agar jemaah tetap terlayani dengan baik. Kami meminta para jemaah dan keluarga di tanah air untuk tetap tenang,” katanya.
Ia menegaskan bahwa keselamatan dan kenyamanan jemaah menjadi prioritas utama, terutama di tengah dinamika keamanan kawasan yang terus berkembang.
Imbauan untuk PPIU dan Jemaah
Kemenag Kota Bogor juga mengingatkan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) agar proaktif menjalin komunikasi dengan Kantor Urusan Haji (KUH) di KJRI Jeddah maupun KBRI Riyadh.
Koordinasi tersebut penting untuk memastikan informasi resmi dan langkah mitigasi berjalan efektif.
“Jemaah diharapkan hanya mengikuti arahan resmi dari maskapai penerbangan dan otoritas terkait. Jangan mudah terprovokasi informasi yang tidak jelas sumbernya,” tegas Indra.
Dampak Konflik Regional
Gangguan penerbangan terjadi akibat meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan Timur Tengah dalam beberapa hari terakhir. Sejumlah maskapai melakukan penyesuaian jadwal hingga pembatalan sementara penerbangan dari dan menuju Arab Saudi.
Meski demikian, hingga saat ini tidak ada laporan resmi mengenai gangguan langsung terhadap aktivitas ibadah di Makkah maupun Madinah. Jemaah tetap dapat menjalankan rangkaian ibadah dengan pengawasan dan pengamanan setempat.
Kemenag Kota Bogor memastikan akan terus memperbarui data serta berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait guna memberikan kepastian kepada keluarga jemaah di tanah air. (opy)
