65 SPBU Terlibat BBM Subsidi, Bareskrim Ungkap Modus Curangnya
Bareskrim Polri bongkar praktik ilegal BBM dan LPG subsidi, 65 SPBU terseret, 330 tersangka diamankan. Ini modus liciknya!

HALLONEWS.ID – Praktik penyalahgunaan BBM dan elpiji subsidi kembali terbongkar. Bareskrim Polri bersama jajaran Polda di berbagai daerah mengungkap ratusan kasus dalam operasi intensif yang digelar pada April 2026.
Dalam kurun waktu 7 hingga 20 April 2026, aparat berhasil mengamankan 330 tersangka dari 223 lokasi berbeda.
Pengungkapan ini menjadi salah satu operasi terbesar dalam pemberantasan mafia energi bersubsidi.
Wakabareskrim Polri Irjen Pol Nunung Syaifuddin mengungkapkan bahwa sepanjang periode 2025 hingga 2026, tercatat sebanyak 65 SPBU terlibat dalam praktik ilegal tersebut.
“Sebanyak 46 perkara sudah dinyatakan lengkap (P21), sementara 19 lainnya masih dalam proses penyidikan,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).
Menurutnya, praktik ilegal ini tidak hanya merugikan negara hingga ratusan miliar rupiah, tetapi juga berdampak langsung pada masyarakat.
Kelangkaan LPG 3 kg, sulitnya mendapatkan solar subsidi, hingga antrean panjang di SPBU menjadi konsekuensi nyata dari ulah para pelaku.
Nunung menjelaskan, para pelaku menjalankan berbagai modus untuk meraup keuntungan besar. Mulai dari penimbunan BBM, pemindahan ilegal, pengoplosan, hingga manipulasi dokumen distribusi.
“Bahkan ada yang memodifikasi tabung elpiji dan menjual kembali dengan harga industri untuk mendapatkan keuntungan berlipat,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan bentuk penyimpangan serius karena merampas hak masyarakat kecil, seperti nelayan, petani, hingga pelaku usaha mikro yang bergantung pada subsidi pemerintah.
Polri pun memastikan akan menindak tegas seluruh pihak yang terlibat, baik pelaku di lapangan maupun aktor intelektual di balik jaringan tersebut.
“Tidak ada ruang bagi pelaku kejahatan di sektor energi. Semua akan diproses hingga tuntas,” tegas Nunung.
Pengungkapan ini diharapkan menjadi peringatan keras bagi para pelaku sekaligus memperkuat komitmen aparat dalam menjaga distribusi energi agar tepat sasaran. (min)
