787 Jemaah Haji Kota Bogor Terbagi dalam 2 Kloter, Sisakan Satu Kursi Kosong
Sebanyak 787 jemaah haji Kota Bogor diberangkatkan dalam dua kloter. Antrean haji masih panjang hingga 29 tahun.

HALLONEWS.ID – Sebanyak 787 calon jemaah haji asal Kota Bogor dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada musim haji 2026. Pemberangkatan dilakukan dalam dua kelompok terbang (kloter), yakni kloter 10 dan kloter 27.
Untuk tahap pertama, sebanyak 444 jemaah yang tergabung dalam kloter 10 dilepas dari Masjid Raya Bogor pada Sabtu (2/5/2026). Rombongan selanjutnya diberangkatkan menuju asrama haji di Bekasi sebelum terbang ke Tanah Suci keesokan harinya.
Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, menyampaikan bahwa keberangkatan tahun ini patut disyukuri, mengingat panjangnya antrean haji di Kota Bogor.
Ia mengungkapkan, saat ini jumlah daftar tunggu calon jemaah haji mencapai 24.479 orang, termasuk 1.929 jemaah lanjut usia (lansia).
“Masa tunggu keberangkatan bahkan mencapai sekitar 29 tahun. Ini menjadi perhatian serius, terutama bagi jemaah lansia yang harus menunggu dalam waktu lama. Kami berharap ke depan ada kebijakan untuk mempercepat antrean atau menambah kuota,” ujarnya dikutip wartawan media ini Selasa (5/5/2026).
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bogor, Indra Kurniawan, menjelaskan bahwa total jemaah kloter 10 seharusnya berjumlah 445 orang, namun satu jemaah wafat sebelum keberangkatan.
“Sehingga saat ini ada satu kursi kosong yang kemungkinan akan diisi oleh jemaah dari daerah lain,” jelasnya.
Indra menambahkan, pemberangkatan tahap kedua akan dilakukan pada 19 Mei 2026 dengan jumlah 328 jemaah.
Seluruh jemaah didampingi oleh enam petugas kloter serta dua pendamping dari Pemerintah Kota Bogor.
Setelah pelepasan, rombongan langsung menuju asrama haji di Bekasi untuk beristirahat selama kurang lebih 24 jam sebelum diberangkatkan melalui Bandara Soekarno-Hatta.
Dari sisi usia, jemaah haji Kota Bogor tahun ini cukup beragam, mulai dari usia 22 tahun hingga 84 tahun.
Tercatat pula jumlah jemaah lansia cukup signifikan. Meski demikian, kondisi kesehatan seluruh jemaah dipastikan dalam keadaan baik.
Sebelumnya sempat ditemukan beberapa jemaah dengan kadar hemoglobin rendah, namun kini telah dinyatakan normal.
Pihak Kementerian Agama juga mengingatkan jemaah untuk menjaga kondisi fisik selama menjalankan ibadah haji, terutama menghadapi cuaca ekstrem di Tanah Suci yang diperkirakan mencapai suhu 45 hingga 48 derajat Celsius.
Jemaah diimbau untuk membawa perlengkapan pendukung seperti semprotan air, pelembap kulit, serta alat pelindung diri guna mengantisipasi dampak suhu panas selama ibadah berlangsung. (opy)
