Banjir Terjang Bogor, 657 Warga Cimandala Terdampak

Hujan deras picu banjir di Bogor. Sebanyak 657 warga Cimandala terdampak, sementara TPT yang longsor dan drainase tersumbat memperparah genangan di wilayah lain.

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:02 WIB
Banjir Terjang Bogor, 657 Warga Cimandala Terdampak
Banjir menggenangi rumah warga Sukaraja, Bogor. BPBD dan kepolisian pun turun ke lokasi. Foto: Humas BPBD for Hallonews

HALLONEWS.ID – Hujan deras yang mengguyur wilayah Bogor pada Senin (4/5/2026) malam memicu banjir di sejumlah titik.

Salah satu wilayah terdampak paling parah berada di Desa Cimandala, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor.

Luapan Kali Ciluar menyebabkan air merendam permukiman warga dengan ketinggian mencapai 1 hingga 1,2 meter.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, sebanyak 657 jiwa terdampak dari 199 unit rumah.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M Adam Hamdani, menjelaskan bahwa banjir terjadi akibat hujan deras yang berlangsung cukup lama sehingga meningkatkan debit air sungai.

“Banjir lintasan mencapai 1 hingga 1,2 meter akibat hujan dengan intensitas tinggi dan durasi panjang, sehingga aliran Kali Ciluar meluap ke permukiman warga,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).

Meski demikian, tidak ada laporan korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian tersebut. Kondisi banjir dilaporkan telah berangsur surut pada Selasa pagi, meski potensi banjir susulan masih ada jika hujan deras kembali terjadi.

Dampak hujan deras juga terjadi di wilayah lain. Tembok penahan tanah (TPT) setinggi sekitar 10 meter dilaporkan longsor setelah tergerus arus Sungai Ciluar di wilayah Bogor Utara, Kota Bogor.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadi Sasongko, mengatakan longsornya TPT menyebabkan air sungai meluap dan merendam sekitar 20 rumah warga.

“Ketinggian air diperkirakan mencapai 40 hingga 50 sentimeter. Longsor terjadi akibat curah hujan tinggi dan derasnya aliran sungai,” jelasnya.

Sementara itu, banjir lintasan juga terjadi di wilayah Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. Genangan air setinggi sekitar 40 sentimeter dilaporkan merendam permukiman warga di beberapa titik.

Seorang warga, Andri, menyebutkan bahwa banjir dipicu oleh kondisi drainase yang menyempit dan tersumbat sampah.

Selain itu, sebagian saluran air tidak dapat dinormalisasi karena telah berubah fungsi menjadi bagian dari halaman rumah warga.

“Kalau hujan deras, banjir pasti terjadi. Air memang cepat surut, tapi kejadian ini terus berulang,” ujarnya.

Warga berharap adanya penanganan serius dari pemerintah daerah untuk memperbaiki sistem drainase dan mencegah banjir yang terus berulang setiap kali hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut.

BPBD menegaskan bahwa banjir lintasan di sejumlah wilayah Bogor dipicu oleh kombinasi faktor, mulai dari curah hujan tinggi, meluapnya aliran sungai, hingga persoalan infrastruktur seperti drainase dan tembok penahan tanah.

Diperlukan langkah penanganan yang lebih komprehensif dari instansi terkait guna meminimalkan risiko banjir berulang, terutama di kawasan yang rawan terdampak luapan sungai. (opy)