Cuaca Berawan Dominasi Kota Bogor, BPBD Tangani Pohon Tumbang dan Atap Rumah Ambruk

BPBD Kota Bogor mencatat dua kejadian bencana saat cuaca berawan mendominasi wilayah Kota Bogor. Petugas tetap siaga melakukan pemantauan dan penanganan cepat.

Senin, 18 Mei 2026 - 17:30 WIB
Cuaca Berawan Dominasi Kota Bogor, BPBD Tangani Pohon Tumbang dan Atap Rumah Ambruk
Pohon tumbang akibat cuaca buruk di Bogor. Foto: Hallonews

HALLONEWS.ID – Kondisi cuaca berawan mendominasi wilayah Bogor sepanjang hari. Di tengah kondisi tersebut, BPBD Kota Bogor mencatat dua kejadian bencana berupa pohon tumbang dan atap rumah ambruk.

Pemantauan dilakukan oleh Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) bersama tim reaksi cepat yang disiagakan di enam kecamatan di Kota Bogor.

Petugas melakukan pengawasan terhadap 68 kelurahan melalui radio komunikasi, grup pelaporan kebencanaan, hingga aplikasi pengaduan masyarakat.

Pemantauan juga didukung informasi cuaca dan kebencanaan dari sejumlah lembaga, seperti BMKG, BNPB, dan BPBD Provinsi Jawa Barat.

Danru Piket Regu 3 BPBD Kota Bogor, M. Fajar Solehudin, mengatakan personel terus bersiaga untuk merespons laporan masyarakat terkait potensi bencana maupun kondisi darurat lainnya.

Menurutnya, kesiapsiagaan dilakukan melalui pemantauan wilayah secara berkala serta penyiapan personel untuk melakukan assessment dan penanganan cepat apabila terjadi bencana.

Selain itu, BPBD juga melakukan pengecekan kendaraan operasional dan perlengkapan penanggulangan bencana sebagai bagian dari kesiapan harian.

Sejumlah armada seperti mobil rescue, ambulans, motor trail, hingga truk angkutan personel disiapkan untuk mendukung proses penanganan di lapangan.

Berdasarkan laporan harian Pusdalops-PB, kondisi tinggi muka air di Bendung Ciliwung Katulampa dan Bendung Cisadane Empang berada dalam status normal atau siaga empat.

Hingga malam hari, tinggi muka air di kedua titik pemantauan tersebut tercatat berada pada angka 20 sentimeter.

Fajar menambahkan, laporan kejadian bencana selama pemantauan sebagian besar diperoleh dari masyarakat melalui media sosial dan grup komunikasi kebencanaan.

“Karena itu, masyarakat diimbau segera melapor apabila menemukan potensi bencana maupun kejadian darurat agar proses penanganan dapat dilakukan lebih cepat,” katanya dikutip wartawan media ini Senin (18/5/2026).

BPBD Kota Bogor juga mengingatkan warga untuk tetap meningkatkan kewaspadaan meski tidak terdapat peringatan dini cuaca ekstrem.

Masyarakat diminta memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, terutama pohon besar, saluran air, dan bangunan yang berpotensi mengalami kerusakan saat terjadi perubahan cuaca. (opy)