Pedagang Hewan Kurban Mulai Ramai di Bogor, Permintaan Diprediksi Capai 15 Ribu Ekor

Pedagang hewan kurban musiman mulai memenuhi sejumlah titik strategis di Kota Bogor menjelang Iduladha 2026. Kebutuhan hewan kurban diperkirakan mencapai 15 ribu ekor.

Senin, 18 Mei 2026 - 17:00 WIB
Pedagang Hewan Kurban Mulai Ramai di Bogor, Permintaan Diprediksi Capai 15 Ribu Ekor
Lapak penjual hewan qurban mulai menjamur di sejumlah titik di wilayah Bogor. Foto: Hallonews/Yopy

HALLONEWS.ID – Menjelang Hari Raya Iduladha 2026, pedagang hewan kurban musiman mulai bermunculan di sejumlah wilayah Bogor. Lapak-lapak penjualan didirikan di titik strategis yang memiliki lalu lintas kendaraan cukup padat.

Salah satu pedagang, Nandar (49), membuka lapak hewan kurban di kawasan Jalan Pandu Raya, Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara.

Menurutnya, lokasi tersebut dipilih karena dinilai mudah dijangkau masyarakat dan ramai dilalui pengendara.

Ia mengaku, rutin berjualan hewan kurban setiap menjelang Idul adha. Hewan yang dijual mulai dari kambing, domba hingga berbagai jenis sapi.

Ia menjelaskan, harga hewan kurban yang ditawarkan cukup beragam tergantung bobot dan kualitas hewan. Untuk kambing dengan bobot 20 hingga 25 kilogram, harga berkisar antara Rp2,9 juta sampai Rp3,1 juta.

Sementara kambing dengan bobot lebih besar dijual sekitar Rp4 juta. Adapun kambing jenis Garut yang menjadi favorit pembeli dapat mencapai bobot 50 kilogram dengan harga sekitar Rp6 juta per ekor.

Rony, pedagang lain menyebut harga kambing tahun ini relatif stabil. Namun, kondisi berbeda terjadi pada sapi yang mengalami kenaikan harga modal dibanding tahun sebelumnya.

Menurutnya, beberapa jenis sapi seperti Pegon, Peranakan Ongole, dan Limosin mengalami kenaikan harga cukup signifikan. Harga jual yang sebelumnya berada di kisaran Rp22 juta kini justru menjadi harga modal pembelian.

Meski demikian, peningkatan harga tersebut belum memengaruhi minat masyarakat untuk membeli hewan kurban.

Biasanya, penjualan mulai meningkat tajam sekitar satu pekan menjelang Iduladha.
Selain penjualan, perawatan hewan juga menjadi perhatian utama para pedagang.
Roni mengaku, memberikan pakan hingga empat kali sehari guna menjaga kondisi hewan tetap sehat dan layak jual.

Kebersihan kandang pun dijaga secara rutin dengan mempekerjakan petugas khusus untuk membersihkan area lapak.

Sementara itu, berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bogor, kebutuhan hewan kurban di Kota Bogor diperkirakan mencapai 15 ribu ekor setiap tahun, baik sapi maupun kambing.

Kepala Bidang Peternakan DKPP Kota Bogor, Anizar, mengatakan jumlah tersebut berpotensi meningkat pada tahun ini. Namun, peternak lokal disebut baru mampu memenuhi sekitar 5 ribu ekor kebutuhan hewan kurban.

Karena itu, pasokan hewan kurban masih didatangkan dari berbagai daerah seperti NTB, Lampung, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

DKPP Kota Bogor memastikan akan terus melakukan pengawasan terhadap kesehatan hewan kurban, termasuk pemeriksaan kesehatan dan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Petugas juga dijadwalkan turun ke lapak-lapak penjualan sekitar 10 hari sebelum Iduladha untuk memastikan seluruh hewan dalam kondisi sehat dan memenuhi syarat.

Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, menegaskan larangan berjualan hewan kurban di atas trotoar, badan jalan, maupun saluran air.

Pemerintah Kota Bogor juga mewajibkan setiap pedagang memiliki izin dari dinas terkait dan pengurus wilayah setempat sebelum membuka lapak penjualan.

Pemkot Bogor bersama instansi terkait akan terus melakukan pemantauan selama aktivitas penjualan hewan kurban berlangsung demi menjaga ketertiban dan kesehatan hewan yang diperjualbelikan. (opy)