Usai Dugaan Pencemaran, Pemkot Tangerang Pantau Kualitas Air Sungai Cisadane Tiap Jam

Pemkot Tangerang melalui DLH memantau kualitas air Sungai Cisadane setiap jam usai dugaan pencemaran. Warga diimbau tidak menggunakan air sungai hingga hasil uji lab resmi dirilis.

Jumat, 13 Februari 2026 - 11:35 WIB
Usai Dugaan Pencemaran, Pemkot Tangerang Pantau Kualitas Air Sungai Cisadane Tiap Jam
Air sungai Cisadane yang diduga tercemar. (Dok Hallonews)

HALLONEWS.ID – Pemerintah Kota Tangerang bergerak cepat merespons dugaan pencemaran aliran air baku di Sungai Cisadane.

Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), pemantauan kualitas air kini dilakukan secara intensif dengan pembaruan data setiap jam.

langkah tersebut dilakukan setelah indikasi pencemaran terdeteksi pada Senin (9/2) malam. Pemerintah daerah menegaskan bahwa keselamatan masyarakat jadi prioritas utama, terutama bagi warga yang selama ini memanfaatkan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari.

Kepala DLH Kota Tangerang, Wawan Fauzi, menjelaskan bahwa timnya langsung mengaktifkan sistem pemantauan berkala menggunakan alat ukur kualitas air yang diperbarui setiap satu jam.

Selain itu, sampel air juga diuji di laboratorium guna memastikan tingkat keamanan dan mengetahui kandungan zat yang berpotensi membahayakan.

“Uji laboratorium dilakukan secara berulang untuk mendapatkan hasil yang akurat. Hasil tersebut nantinya menjadi dasar bagi pemerintah dalam menyampaikan pernyataan resmi terkait status keamanan Sungai Cisadane,” ujarnya.

Menurutnya, transparansi data dan kehati-hatian dalam analisis menjadi kunci sebelum pemerintah menetapkan status aman atau tidaknya air sungai tersebut.

Selama proses pemantauan dan pengujian berlangsung, masyarakat diminta menghentikan sementara seluruh aktivitas yang berkaitan dengan pemanfaatan air sungai.

Warga diimbau tidak menggunakan air Sungai Cisadane untuk mandi, mencuci, memasak, maupun konsumsi air minum. Selain itu, masyarakat juga dilarang menangkap atau mengonsumsi ikan dari sungai tersebut.

Langkah ini diambil sebagai bentuk pencegahan dini. Ikan yang hidup di perairan tercemar berpotensi terpapar zat kimia berbahaya yang bisa memicu gangguan kesehatan hingga keracunan jika dikonsumsi.

“Seluruh aktivitas yang memanfaatkan air Sungai Cisadane agar dihentikan sementara sampai hasil uji laboratorium resmi dirilis dan sungai dinyatakan aman,” tegas Wawan.

Pemkot Tangerang memastikan koordinasi lintas instansi terus dilakukan guna mencegah dampak pencemaran meluas. Pemantauan juga difokuskan pada potensi sumber pencemar untuk segera ditindaklanjuti apabila ditemukan pelanggaran lingkungan.

Pemerintah mengajak masyarakat tetap tenang dan mengikuti arahan resmi. Informasi lanjutan terkait hasil uji laboratorium akan diumumkan setelah seluruh proses verifikasi selesai.

Dengan pengawasan ketat dan respons cepat ini, diharapkan kualitas air Sungai Cisadane segera kembali normal sehingga aktivitas masyarakat dapat berjalan seperti biasa.(wib)