Menhub Siapkan Program “Masjid Ramah Pemudik” Antisipasi Lebaran di Gorontalo

Menhub Dudy Purwagandhi siapkan strategi khusus Angkutan Lebaran 2026 di Gorontalo. Pergerakan diprediksi tembus 870 ribu orang, bandara, pelabuhan, dan 173 masjid disiapkan jadi rest area.

Minggu, 1 Maret 2026 - 8:00 WIB
Menhub Siapkan Program “Masjid Ramah Pemudik” Antisipasi Lebaran di Gorontalo
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi (kiri) bertemu Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail. (Dok Keenhub)

HALLONEWS.ID – Arus mudik Lebaran 2026 diprediksi menghadirkan lonjakan mobilitas signifikan di Provinsi Gorontalo. Meski tak sebesar Jawa dan Sumatera, peran Gorontalo dinilai strategis sebagai penghubung kawasan Sulawesi.

Meteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menegaskan kesiapan lintas moda transportasi di wilayah tersebut harus diperkuat.

Ia menyebut potensi pergerakan masyarakat dari dan menuju Gorontalo selama masa Angkutan Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 870 ribu orang.

Menurutnya, angka tersebut memberi dampak besar terhadap kelancaran mobilitas regional, terutama konektivitas antara Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan wilayah lain di Pulau Sulawesi.

“Kontribusi pergerakan masyarakat pada masa angkutan Lebaran 2026 yang berasal dari Provinsi Gorontalo tidak boleh dipandang sebelah mata,” kata Menhub dalam keterangan, Sabtu (28/2/2026).

Dikatakan, simpul transportasi utama seperti Bandara Djalaluddin menjadi fokus pengawasan. Dominasi angkutan udara dan laut di Gorontalo membuat kesiapan operasional bandara dan pelabuhan penyeberangan harus optimal, baik dari sisi jadwal, keselamatan, maupun antisipasi cuaca.

Selain itu, jalur darat turut menjadi perhatian serius. Gorontalo berfungsi sebagai koridor utama pergerakan kendaraan antardaerah di Sulawesi.

Pemerintah diminta memastikan kondisi jalan, penerangan, rambu lalu lintas, serta penanganan titik rawan kemacetan akibat aktivitas pasar dan kawasan wisata.

Pengawasan terhadap kendaraan roda dua juga diperketat mengingat moda ini mendominasi perjalanan jarak menengah saat mudik. Personel gabungan disiagakan di sejumlah titik rawan kepadatan untuk mengurai arus lalu lintas saat puncak mudik dan arus balik.

Di sektor penyeberangan, tiga lintasan utama dinilai krusial dalam mendukung distribusi penumpang dan logistik, yakni Gorontalo–Pagimana, Gorontalo–Ampana, serta Gorontalo (Marisa)–Ampana.

Tak hanya itu, pemerintah juga menyiapkan langkah humanis bagi pemudik. Sebanyak 173 masjid di Gorontalo dioptimalkan sebagai lokasi istirahat sementara melalui program “Masjid Ramah Pemudik”.

Fasilitas ini diharapkan membantu pengendara, khususnya roda dua, agar dapat beristirahat dengan aman sebelum melanjutkan perjalanan.

Koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah terus diperkuat agar penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.

Sementara Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, menyampaikan komitmennya untuk mendukung penuh kesiapan Angkutan Lebaran 2026 di wilayahnya.

Ia menegaskan bahwa koordinasi dengan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia menjadi langkah penting guna memastikan pelayanan transportasi berjalan aman dan lancar.

Menurutnya, perhatian khusus pada angkutan laut dan udara sangat relevan karena kedua moda tersebut menjadi andalan masyarakat Gorontalo.

Pemerintah provinsi, kata Gusnar, juga telah menyiapkan dukungan infrastruktur jalan, penerangan, serta pengamanan di simpul transportasi. Ia berharap sinergi pusat dan daerah mampu memberikan rasa nyaman dan keselamatan bagi seluruh pemudik yang datang maupun berangkat dari Gorontalo. (wib)