Proyek Rp9,3 Miliar Gedung Kemuning Gading Ditunda, Pemkot Bogor Hindari Risiko Gagal Konstruksi

Pemkot Bogor menunda proyek strategis revitalisasi Gedung Kemuning Gading senilai Rp9,3 miliar demi mencegah potensi kerugian negara akibat kerusakan struktur bangunan yang dinilai cukup parah.

Selasa, 3 Maret 2026 - 11:00 WIB
Proyek Rp9,3 Miliar Gedung Kemuning Gading Ditunda, Pemkot Bogor Hindari Risiko Gagal Konstruksi
Gedung Kesenian Kemuning Gading di kawasan Balai Kota Bogor yang penanganan revitalisasinya ditunda. Foto: Hallonews/Yopy

HALLONEWS.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor resmi menunda lelang proyek revitalisasi Gedung Kemuning Gading yang sebelumnya telah dialokasikan anggaran sebesar Rp9,3 miliar.

Keputusan itu diambil setelah ditemukan kerusakan struktur cukup parah pada bangunan bersejarah yang berdiri sejak 1960-an tersebut.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menegaskan bahwa penundaan dilakukan demi menjaga prinsip kehati-hatian dalam penggunaan anggaran daerah.

“Untuk menghindari kerugian negara yang lebih besar atau risiko kegagalan konstruksi di masa depan, proyek ditunda sampai kajian teknis selesai,” ujar Dedie, Senin (2/3/2026).

Hasil pengecekan awal menemukan retakan di hampir seluruh dinding bangunan. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kajian teknis menyeluruh sebelum proyek fisik dilanjutkan.

Pemkot Bogor ingin memastikan struktur bangunan benar-benar layak diperkuat, sehingga tidak menimbulkan risiko tambahan setelah revitalisasi dilakukan.

Langkah ini juga dinilai penting untuk menghindari potensi pembengkakan anggaran akibat perbaikan ulang jika terjadi kegagalan konstruksi di kemudian hari.

Proyek Strategis Dongkrak PAD

Sebelumnya, revitalisasi Gedung Kemuning Gading masuk dalam daftar proyek strategis daerah. Dengan pagu anggaran Rp9,3 miliar, pemerintah merancang pembaruan besar, terutama pada interior lantai dua yang akan disulap menjadi fasilitas pertunjukan modern dan representatif.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bogor menyebut proyek ini bukan sekadar perbaikan fisik, melainkan investasi jangka panjang untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Gedung tersebut ditargetkan menjadi pusat seni pertunjukan unggulan yang mampu menarik event skala regional hingga nasional, sekaligus mendorong pertumbuhan sektor ekonomi kreatif.

Prioritaskan Keamanan dan Nilai Aset

Jika kajian teknis menyatakan bangunan masih layak direvitalisasi, penguatan struktur justru berpotensi meningkatkan nilai aset daerah. Selain memperpanjang usia bangunan, revitalisasi juga membuka peluang peningkatan okupansi acara, penyewaan gedung, hingga kolaborasi dengan komunitas seni.

Namun demikian, Pemkot Bogor menegaskan aspek keamanan konstruksi tetap menjadi prioritas utama sebelum anggaran Rp9,3 miliar direalisasikan.

Pemerintah ingin memastikan setiap rupiah yang dibelanjakan memberikan manfaat optimal dan tidak menimbulkan risiko kerugian negara di masa mendatang. (opy)