Jelang Mudik 2026, MTI Soroti Ketergantungan BBM dan Risiko Lonjakan Biaya Transportasi

Menjelang arus mudik Lebaran 2026, pakar transportasi Djoko Setijowarno mengingatkan ketergantungan transportasi Indonesia pada BBM bisa menjadi risiko besar di tengah kenaikan harga minyak dunia.

Senin, 9 Maret 2026 - 10:10 WIB
Jelang Mudik 2026, MTI Soroti Ketergantungan BBM dan Risiko Lonjakan Biaya Transportasi
Ilustrasi- Arus mudik Idulfitri di Indonesia. Ketergantungan transportasi nasional pada BBM dinilai menjadi risiko besar di tengah kenaikan harga minyak dunia menjelang mudik 2026. Foto: Kemenhub for Hallonews.

HALLONEWS.ID – Menjelang arus mudik Idulfitri 2026, Dewan Penasehat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno mengingatkan pemerintah mengenai risiko besar ketergantungan sistem transportasi nasional terhadap bahan bakar minyak (BBM).

Menurut Djoko, situasi geopolitik global yang memicu kenaikan harga minyak dunia dapat berdampak langsung pada biaya mobilitas masyarakat Indonesia, terutama pada masa mudik Lebaran yang selalu memicu lonjakan perjalanan.

Ia meminta Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka segera merealisasikan komitmen penguatan transportasi publik yang pernah disampaikan saat kampanye Pemilihan Presiden Indonesia 2024.

“Janji penguatan angkutan umum yang disampaikan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka perlu segera diwujudkan, terutama menjelang arus mudik Lebaran 2026 yang berpotensi menghadapi tekanan kenaikan harga energi global,” kata Djoko dalam keterangannya yang diterima Hallonews, Senin (9/3/2026).

Transportasi Nasional Masih Rentan

Djoko menilai ketergantungan tinggi pada BBM membuat sistem transportasi Indonesia rentan terhadap gejolak energi global.

Saat ini, konsumsi minyak nasional diperkirakan mencapai sekitar 1,7 juta barel per hari, sementara produksi domestik hanya sekitar 860 ribu barel per hari.

Kesenjangan tersebut membuat Indonesia masih sangat bergantung pada impor energi.

Kondisi itu dinilai dapat memengaruhi mobilitas masyarakat saat musim mudik, terutama jika terjadi lonjakan harga bahan bakar.

Pergerakan Pemudik Diprediksi 143 Juta Orang

Data Kementerian Perhubungan Republik Indonesia menunjukkan pergerakan masyarakat selama masa angkutan Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,9 juta orang atau lebih dari setengah populasi Indonesia.

Djoko menyebut mayoritas pemudik diprediksi berasal dari wilayah Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Jawa Timur.

Sementara tujuan perjalanan terbanyak diperkirakan menuju Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat.

Untuk mengakomodasi lonjakan tersebut, pemerintah menyiapkan berbagai moda transportasi, mulai dari puluhan ribu armada bus, ratusan kapal laut dan penyeberangan, ratusan pesawat, hingga ribuan rangkaian kereta api.

Program Mudik Gratis Perlu Diperluas

Djoko menilai program mudik gratis harus diperluas, terutama untuk moda bus, guna menekan penggunaan kendaraan pribadi yang selama ini mendominasi arus mudik.

“Sebaliknya, program sepeda motor gratis dinilai kurang efektif karena kontribusinya terhadap pengurangan volume kendaraan relatif kecil,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa konsumsi BBM sektor transportasi mencapai lebih dari separuh total penggunaan energi nasional, dan sebagian besar digunakan oleh kendaraan pribadi.

Keselamatan Transportasi Juga Disorot

Selain persoalan energi, Djoko juga menyoroti pentingnya penguatan pengawasan keselamatan transportasi.

Menurutnya, hasil pemeriksaan kendaraan di sejumlah daerah masih menemukan banyak armada bus yang belum memenuhi standar teknis maupun administrasi.

Ia khawatir pemangkasan anggaran pengawasan transportasi dapat melemahkan sistem keselamatan, mulai dari uji kendaraan berkala, rampcheck, hingga pelatihan pengemudi.

Jika pengawasan melemah, risiko kecelakaan bisa meningkat, termasuk di perlintasan sebidang yang selama ini dikenal rawan insiden.

“Jika transportasi umum terus diabaikan sementara ketergantungan pada BBM masih tinggi, maka sistem transportasi kita akan semakin rentan terhadap krisis energi dan risiko keselamatan,” pungkas Djoko. (fer)