Wakil Bupati Rejang Lebong Ternyata Ikut Diciduk KPK, OTT Dugaan Suap Proyek Gegerkan Bengkulu

KPK mengungkap Wakil Bupati Rejang Lebong Hendri ikut terjaring OTT bersama Bupati Muhammad Fikri Thobari terkait dugaan suap proyek di lingkungan Pemkab Rejang Lebong.

Selasa, 10 Maret 2026 - 14:43 WIB
Wakil Bupati Rejang Lebong Ternyata Ikut Diciduk KPK, OTT Dugaan Suap Proyek Gegerkan Bengkulu
Wakil Bupati Rejang Lebong Hendri (dok Pemkab Rejang Lebong)

HALLONEWS.ID – Operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Bengkulu kembali memunculkan fakta baru. Tak hanya Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari, Wakil Bupati Rejang Lebong Hendri juga ikut diamankan dalam operasi tersebut.

KPK mengungkapkan penangkapan keduanya berkaitan dengan dugaan praktik suap proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan operasi tersebut masih berkaitan dengan dugaan pemberian suap yang melibatkan proyek-proyek di lingkungan pemerintah daerah.

“Diduga terkait dengan suap proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong,” kata Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (10/3).

Meski demikian, KPK belum merinci proyek apa saja yang menjadi objek dugaan suap tersebut. Lembaga antirasuah itu menyatakan seluruh detail perkara akan disampaikan secara lengkap dalam konferensi pers resmi.

“Terkait dengan proyek-proyek di dinas apa, dan nilainya berapa, nanti kami sampaikan lengkap di konpers,” ujarnya.

Saat ini, Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari dan Wakil Bupati Hendri bersama tujuh orang lainnya tengah menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

Sesuai aturan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), KPK memiliki waktu maksimal 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang diamankan dalam OTT tersebut.

Penangkapan ini menambah daftar panjang operasi tangkap tangan KPK sepanjang tahun 2026. Sebelumnya, KPK telah menjerat sejumlah pejabat publik, mulai dari pejabat pajak, wali kota, hingga bupati di berbagai daerah.

Di antaranya OTT terhadap Wali Kota Madiun Maidi, Bupati Pati Sudewo, hingga Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dalam berbagai kasus dugaan korupsi, mulai dari pemerasan proyek hingga pengadaan jasa.

Dengan tertangkapnya Bupati dan Wakil Bupati Rejang Lebong secara bersamaan, kasus ini menjadi salah satu OTT yang menyita perhatian publik karena melibatkan dua pimpinan daerah sekaligus dalam satu operasi.

Publik kini menunggu pengumuman resmi KPK terkait status hukum para pihak yang diamankan serta rincian proyek yang diduga menjadi sumber suap dalam perkara tersebut.(wib)