Dompet Dhuafa Ajak Disabilitas Mental Semarakkan Ramadan
Dompet Dhuafa melalui LPM menggelar kegiatan Ramadan bersama 120 penyandang disabilitas mental di Bogor sebagai bagian dari terapi sosial dan penguatan kepercayaan diri.

HALLONEWS.ID – Dompet Dhuafa melalui Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM) menggelar kegiatan Ramadan bersama penyandang disabilitas mental di Masjid Agung Kota Bogor.
Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 120 peserta yang merupakan binaan dari 12 yayasan mitra LPM. Momentum ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus ruang ekspresi bagi para peserta untuk menampilkan kemampuan mereka.
Berbagai perlombaan digelar untuk memeriahkan acara, mulai dari lomba azan dan iqamah, hafalan surat pendek Al-Qur’an, kultum, cerdas cermat, hingga hafalan doa harian.
Jadi Terapi dan Tingkatkan Percaya Diri
Pendamping dari Rumah Sakit Jiwa Soeharto Heerdjan, Irene Dwi Wahyu, menilai kegiatan ini memiliki manfaat besar sebagai bagian dari terapi sosial bagi penyandang disabilitas mental.
Menurutnya, aktivitas seperti perlombaan mampu meningkatkan kepercayaan diri, motivasi, serta kemampuan komunikasi dan sosialisasi peserta.
“Kegiatan ini sangat bermakna karena sekaligus menjadi terapi bagi pasien disabilitas mental. Mereka jadi lebih percaya diri dan lebih memahami makna Ramadan,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan sebagian besar peserta bahkan mampu menjalankan ibadah puasa karena kondisi kesehatan mereka yang semakin membaik.
“Antusias mereka luar biasa. Sejak pagi sudah bersiap dan mengikuti kegiatan dengan penuh semangat,” tambahnya.
Hapus Stigma Negatif
Kepala Bagian Program Pembinaan Dhuafa LPM, Tubagus Iim Nurrohim, mengatakan kegiatan ini bertujuan memberikan ruang bagi penyandang disabilitas mental untuk menunjukkan potensi mereka.
“Kami ingin menunjukkan bahwa sahabat disabilitas mental juga mampu melakukan berbagai aktivitas seperti masyarakat pada umumnya,” ujarnya.
Menurut Iim, kegiatan ini juga menjadi upaya untuk menghapus stigma negatif terhadap penyandang disabilitas mental di masyarakat.
Ia berharap melalui kegiatan ini, masyarakat dapat lebih menerima dan mendukung mereka dalam kehidupan sosial sehari-hari.
Penutup dengan Apresiasi Peserta
Acara ditutup dengan pengumuman pemenang lomba serta pembagian hadiah kepada peserta yang berprestasi.
Dompet Dhuafa berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan untuk memperkuat kepercayaan diri penyandang disabilitas mental sekaligus meningkatkan kepedulian sosial masyarakat. (ver)
