Menteri PPPA Soroti Risiko Mudik Perempuan dan Anak

Menteri PPPA soroti risiko mudik perempuan dan anak. Lonjakan 143,91 juta pemudik jadi tantangan layanan aman dan ramah keluarga.

Rabu, 18 Maret 2026 - 18:06 WIB
Menteri PPPA Soroti Risiko Mudik Perempuan dan Anak
Menteri PPPA, Arifah Fauzi, meninjau bandara, terminal, dan stasiun Gambir untuk memastikan kesiapan layanan transportasi mudik Lebaran 2026. Foto: Dok Kemen PPPA

HALLONEWS.ID – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, menyoroti tingginya risiko mudik bagi perempuan dan anak di tengah lonjakan mobilitas Lebaran 2026.

Peninjauan dilakukan di Bandara Halim Perdanakusuma, Terminal Kampung Rambutan, dan Stasiun Gambir untuk memastikan kesiapan layanan transportasi.

Lonjakan pemudik menjadi perhatian serius. Potensi pergerakan masyarakat diperkirakan mencapai 143,91 juta orang atau 50,60 persen dari total penduduk Indonesia.

Arifah menilai kondisi padat dan perjalanan panjang meningkatkan kerentanan perempuan dan anak, mulai dari kelelahan hingga potensi pelecehan.

“Dalam perjalanan mudik yang panjang dan padat, perempuan dan anak memiliki kerentanan yang lebih tinggi,” ujarnya, Selasa (17/3/2026).

Ia menekankan pentingnya fasilitas ramah perempuan dan anak di simpul transportasi, termasuk ruang laktasi, ruang bermain, dan ruang tunggu keluarga.

Selain itu, sistem informasi yang jelas dan petugas responsif dinilai krusial untuk menjamin keamanan dan kenyamanan.

Arifah juga mendorong penguatan sinergi lintas sektor melalui gerakan Mudik Nyaman Bersama agar layanan lebih inklusif.

Sejumlah fasilitas telah disiapkan, seperti ruang kesehatan, pojok baca, hingga posko mudik khusus perempuan dan anak.

Layanan tersebut melibatkan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Ikatan Bidan Indonesia.

Dukungan juga datang dari maskapai melalui pemberian pin prioritas bagi ibu hamil sejak check-in hingga dalam penerbangan.

Meski fasilitas tersedia, Arifah mengingatkan peran keluarga tetap kunci selama perjalanan mudik.

Ia mengimbau orang tua membatasi penggunaan gawai pada anak agar momen mudik dimanfaatkan untuk mempererat hubungan keluarga.

“Momentum mudik lebaran adalah kesempatan berharga untuk membangun kedekatan emosional,” kata Arifah dikutip dari infopublik.id. (gaa)