Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta Masuk 10 Besar Dunia Versi Skytrax 2026, Ini Kata Menteri Agus
Layanan imigrasi Bandara Soekarno-Hatta masuk 10 besar dunia versi Skytrax 2026. Menteri Agus Andrianto sebut ini hasil transformasi digital dan inovasi layanan.

HALLONEWS.ID – Layanan keimigrasian di Bandara Internasional Soekarno-Hatta kembali mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat global. Dalam ajang World Airport Awards 2026 yang diselenggarakan oleh Skytrax, imigrasi Soetta berhasil masuk dalam 10 besar terbaik dunia.
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari transformasi digital yang terus dilakukan oleh Direktorat Jenderal Imigrasi.
“Ini adalah buah kerja keras seluruh jajaran dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Agus kepada wartawan, Minggu (22/3/2026).
Menurutnya, inovasi berbasis teknologi menjadi kunci peningkatan kualitas layanan, termasuk penggunaan autogate serta sistem digital yang mampu mempercepat proses pemeriksaan keimigrasian di bandara.
Ajang World Airport Awards 2026 sendiri digelar di London, Inggris, dengan penilaian berdasarkan survei terhadap pengguna jasa dari lebih dari 100 negara selama periode Agustus 2025 hingga Februari 2026.

Beberapa indikator utama yang dinilai meliputi efisiensi waktu tunggu, optimalisasi teknologi, ketersediaan jalur prioritas, hingga profesionalisme petugas di lapangan.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Imigrasi, Yuldi Yusman, menyebut pencapaian ini menempatkan Bandara Soekarno-Hatta sejajar dengan bandara kelas dunia seperti Singapore Changi Airport dan Hong Kong International Airport.
“Capaian ini juga menegaskan konsistensi Indonesia setelah berhasil mempertahankan posisi serupa selama dua tahun berturut-turut sejak 2025,” kata Yuldi.
Ia menambahkan, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran imigrasi serta kolaborasi lintas sektor yang terus diperkuat.
Agus pun berharap prestasi ini dapat menjadi pemicu untuk terus meningkatkan standar pelayanan publik yang lebih cepat, aman, dan ramah.
“Pelayanan prima adalah kunci daya saing Indonesia di tingkat global,” pungkasnya. (fer)
