Darurat Narkoba Meningkat, BNN Turunkan 1.818 Fasilitator hingga Desa

BNN kerahkan 1.818 fasilitator P4GN ke seluruh Indonesia untuk tekan angka penyalahgunaan narkoba yang mencapai 4,15 juta jiwa pada 2025.

Rabu, 1 April 2026 - 11:55 WIB
Darurat Narkoba Meningkat, BNN Turunkan 1.818 Fasilitator hingga Desa
Sekretaris Utama BNN RI, Tantan Sulistyana (tengah) memberikan pelatihan fasilitator dirancang dengan kurikulum komprehensif. Foto/Humas BNN for Hallonews.id

HALLONEWS.ID – Permasalahan narkoba di Indonesia kian mengkhawatirkan dan berdampak luas di berbagai sektor kehidupan.

Menjawab tantangan tersebut, Badan Narkotika Nasional (BNN) mengerahkan sebanyak 1.818 fasilitator Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) untuk memperkuat upaya pencegahan hingga ke tingkat desa dan kelurahan.

Sekretaris Utama BNN RI, Tantan Sulistyana, mengungkapkan bahwa hasil survei prevalensi nasional tahun 2025 menunjukkan angka penyalahgunaan narkoba mengalami peningkatan menjadi 2,11 persen atau setara dengan sekitar 4,15 juta jiwa.

“Kondisi ini dinilai menjadi sinyal serius yang membutuhkan respons cepat dan terstruktur,” kata Tantan Sulistyana kepada wartawan, Rabu (1/4/2026).

Menurutnya, kehadiran fasilitator P4GN menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan layanan BNN di tengah masyarakat. Para fasilitator ini akan menjadi ujung tombak dalam memberikan edukasi, pencegahan, hingga pendampingan di tingkat akar rumput.

“Keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi hambatan. Seluruh insan antinarkoba harus tetap berinovasi dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegas Tantan.

Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) BNN, Caca Syahroni, menjelaskan bahwa pelatihan fasilitator dirancang dengan kurikulum komprehensif.

Materi yang diberikan mencakup aspek pencegahan, pemberdayaan masyarakat, rehabilitasi, hukum, kerja sama, hingga layanan publik dan pengaduan masyarakat.

Para peserta pelatihan merupakan pegawai BNN dari berbagai tingkatan, mulai dari pusat hingga daerah, yang nantinya akan ditugaskan di seluruh wilayah Indonesia.

“Penugasan ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas program sekaligus memperluas akses layanan P4GN di tingkat desa dan kelurahan, ” ujarnya.

Melalui program ini, BNN menargetkan percepatan implementasi Desa/Kelurahan Bersinar (Bersih Narkoba) serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkotika.

Dengan keterlibatan langsung di masyarakat, para fasilitator diharapkan mampu membangun jejaring yang kuat dan menyampaikan edukasi secara optimal, sehingga upaya pemberantasan narkoba dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. (gin)