Waspada Godzilla El Nino! Bekasi Siapkan Strategi Hadapi Panas Ekstrem dan Krisis Air
Pemkot Bekasi menyiapkan strategi menghadapi fenomena Godzilla El Nino yang berpotensi memicu kemarau panjang dan krisis air bersih mulai April 2026.

HALLONEWS.ID – Pemerintah Kota Bekasi menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi cuaca panas ekstrem mulai April 2026. Kebijakan ini diambil menyusul peringatan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terkait musim kemarau yang diprediksi lebih panjang dan kering dari biasanya.
Fenomena ini dipicu El Nino dengan intensitas kuat yang oleh para ahli kerap dijuluki “Godzilla El Nino”. Kondisi tersebut terjadi akibat pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur yang berdampak pada penurunan curah hujan di wilayah tropis, termasuk Indonesia.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto mengatakan pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah strategi mitigasi untuk menjaga ketersediaan air dan kenyamanan masyarakat di 12 kecamatan dan 56 kelurahan.
“Kami akan mengoptimalkan sumber-sumber air yang ada, sekaligus mendorong edukasi penghematan air kepada masyarakat,” kata Tri, Rabu (1/4/2026).
Meski potensi kekeringan mengintai, kondisi pasokan air di Bekasi saat ini masih terbilang aman. Hal ini ditopang oleh aliran sejumlah sungai yang melintasi wilayah kota seperti Kali Bekasi, Kali Sunter, dan Kali Cakung.
Namun demikian, pemerintah tidak ingin lengah. Tri telah menginstruksikan BPBD Kota Bekasi untuk melakukan pemetaan wilayah yang berpotensi terdampak krisis air bersih. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan respons cepat apabila terjadi penurunan ketersediaan air.
Selain itu, Pemkot Bekasi juga mempercepat pembangunan sumur resapan di berbagai titik strategis. Infrastruktur ini diharapkan menjadi solusi ganda, yakni menyimpan cadangan air tanah saat kemarau dan mengurangi risiko banjir saat musim hujan.
“Sumur resapan menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan air. Saat kemarau menjadi cadangan, saat hujan membantu mengurangi genangan,” ucapnya.
BRIN menyebut fenomena ini dijuluki “Godzilla” karena skalanya yang besar dan dampaknya yang tidak bisa dianggap ringan. Fenomena tersebut bahkan berpotensi meningkatkan suhu hingga sekitar 1,5 hingga 2 derajat Celsius secara bertahap.
Sinyal kemunculan El Nino diperkirakan mulai terlihat pada April 2026. Pada fase awal ini, curah hujan masih bisa terjadi, terutama hingga akhir Maret. Namun memasuki April, intensitas hujan diprediksi mulai berkurang secara bertahap dan kondisi cuaca akan menjadi lebih kering serta panas di siang hari.
Dengan berbagai langkah tersebut, Pemkot Bekasi berharap dampak dari fenomena cuaca ekstrem dapat diminimalkan, sekaligus menjaga stabilitas lingkungan dan aktivitas masyarakat di tengah ancaman perubahan iklim. (dul)
