Mobil Tertabrak KRL di Perlintasan Sholeh Iskandar Bogor, Perjalanan Sempat Terganggu

Kecelakaan antara mobil dan KRL terjadi di perlintasan Jalan KH Sholeh Iskandar, Bogor. Insiden ini menyebabkan gangguan perjalanan KRL dan kerusakan fasilitas perlintasan.

Jumat, 3 April 2026 - 16:00 WIB
Mobil Tertabrak KRL di Perlintasan Sholeh Iskandar Bogor, Perjalanan Sempat Terganggu
Kecelakaan antara mobil dan KRL terjadi di perlintasan Jalan KH Sholeh Iskandar, Bogor. Insiden ini menyebabkan gangguan perjalanan KRL dan kerusakan fasilitas perlintasan.

HALLONEWS.ID – Kecelakaan lalu lintas terjadi di perlintasan kereta rel listrik (KRL) di kawasan Jalan KH Sholeh Iskandar, Kota Bogor, pada Jumat (3/4/2026) pagi. Insiden ini melibatkan sebuah mobil yang tertabrak KRL saat melintas di jalur tersebut.

Berdasarkan keterangan warga sekitar, peristiwa terjadi sekitar pukul 04.47 WIB Jumat (3/4/2026).

Saat itu, mobil yang datang dari arah Jambu Dua diduga menerobos putaran balik (u-turn) dan masuk ke area perlintasan kereta.

Pada waktu yang bersamaan, KRL yang melaju dari arah Bogor menuju Jakarta melintas dan langsung menghantam kendaraan tersebut. Benturan keras pun tidak dapat dihindari.

Akibat tabrakan tersebut, mobil mengalami kerusakan cukup parah. Warga menyebutkan bahwa pengemudi sempat keluar dari kendaraan sebelum tabrakan terjadi.

Namun hingga kini, belum ada keterangan resmi mengenai kondisi pengemudi maupun adanya korban dalam kejadian tersebut.

Kecelakaan ini sempat mengganggu perjalanan KRL di lintas Bogor. Sejumlah perjalanan dilaporkan mengalami pembatalan sementara, keterlambatan, serta penyesuaian jadwal selama proses evakuasi dan penanganan berlangsung.

Gangguan tersebut turut berdampak pada aktivitas masyarakat yang mengandalkan KRL sebagai moda transportasi harian.

Selain kendaraan, fasilitas perlintasan juga mengalami kerusakan cukup serius. Pagar pembatas rel dilaporkan roboh dan terlepas akibat benturan.

Petugas langsung melakukan penanganan di lokasi dengan membersihkan material sisa kecelakaan, mengamankan area, serta melakukan sterilisasi jalur rel. Akses masyarakat ke lokasi juga dibatasi demi mencegah potensi bahaya.

Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Petugas yang terus melakukan upaya pemulihan fasilitas perlintasan, akhirnya jalur dapat kembali berfungsi normal. (opy)