13 Korban KRL Bekasi Timur Masih Dirawat Alami Cedera Kepala hingga Patah Tulang

Sebanyak 13 korban kecelakaan KRL di Bekasi masih menjalani rawat inap di tujuh rumah sakit dengan kondisi cedera kepala, patah tulang, hingga pascaoperasi.

Kamis, 7 Mei 2026 - 20:30 WIB
13 Korban KRL Bekasi Timur Masih Dirawat Alami Cedera Kepala hingga Patah Tulang
Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meninjau kondisi korban kecelakaan di RSUD Kota Bekasi. Foto: Hallonews/Abdullah M

HALLONEWS.ID – Penanganan korban kecelakaan KRL di wilayah Bekasi masih terus berlangsung. Hingga Kamis (7/5/2026) siang, 13 korban dilaporkan masih menjalani perawatan intensif dengan kondisi yang beragam, mulai dari cedera kepala hingga patah tulang.

“Berdasarkan data pukul 13.00 WIB, terdapat 13 korban masih menjalani rawat inap di rumah sakit. Saat ini belum ada pasien yang direncanakan pulang maupun dirujuk ke rumah sakit lain,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto, Kamis (7/5/2026).

Menurut dia, seluruh korban yang masih dirawat terus dipantau perkembangan kesehatannya oleh tim medis dan kepolisian. Para korban kini tersebar di tujuh rumah sakit di wilayah Bekasi hingga Jakarta.

Sebanyak enam korban dirawat di RSUD Kota Bekasi, satu korban di RS Mitra Bekasi Timur, dua korban di RS Primaya Bekasi Timur, satu korban di RSUD Kabupaten Bekasi, satu korban di RS MMC Kuningan Jakarta.

”Satu korban di RS Primaya Barat, serta satu korban lainnya dirawat di RS Eka Hospital Harapan Indah,” ungkapnya.

Budi menjelaskan, kondisi korban cukup beragam. Sejumlah pasien mengalami trauma kepala, cedera pada bagian perut, patah tulang, hingga masih menjalani pemulihan pascaoperasi. Alhasi, beberapa korban masih membutuhkan penanganan lanjutan dan observasi intensif.

“Sidokkes Polres Metro Bekasi Kota terus berkoordinasi dengan pihak rumah sakit untuk memastikan seluruh korban mendapatkan pendampingan dan penanganan medis sesuai kebutuhan,” kata dia.

Bahkan, proses pemulihan pascakecelakaan juga terus dilakukan oleh pihak kepolisian dan lainnya seiring pendalaman penyebab insiden yang sebelumnya menghebohkan masyarakat Bekasi tersebut.

Sementara itu, PT Kereta Api Indonesia (Persero) melaporkan sebanyak 90 korban insiden tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur telah dipulangkan dari rumah sakit setelah menjalani perawatan.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, perusahaan terus melanjutkan proses pendampingan kepada pelanggan dan keluarga terdampak agar seluruh tahapan penanganan berjalan hingga selesai.

”Tercatat sebanyak 90 pelanggan telah kembali ke rumah, sementara 17 pelanggan masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit,” kata Anne.

Menurut dia, pemantauan kondisi pelanggan dilakukan secara berkala untuk memastikan seluruh kebutuhan penanganan terpenuhi. “Kami terus berkoordinasi dengan rumah sakit, keluarga, serta pihak terkait agar proses pendampingan berjalan dengan baik,” ujarnya.

Saat ini, kata dia, fokus utama KAI saat ini memastikan pelanggan yang masih dirawat memperoleh dukungan yang dibutuhkan, sementara pelanggan yang telah pulang tetap mendapat pendampingan sesuai kebutuhan.

KAI juga masih menyediakan layanan trauma healing bagi pelanggan maupun keluarga yang membutuhkan dukungan psikologis. Layanan tersebut dapat diakses melalui Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur maupun call center 0812-9660-5747.

Untuk diketahui, kecelakaan kereta terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat (Jabar), melibatkan kereta api jarak jauh (KAJJ) Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line lintas Cikarang. Peristiwa ini terjadi pada Senin 27 Maret 2026 malam.

Akibat peristiwa itu, sebanyak 16 orang meninggal dunia dan ratusan orang terluka dan harus menjalani perawatan intensif di beberapa rumah sakit. Sepekan lebih peristiwa tragis ini menyisakan 13 korban yang masih menjalani perawatan intensif. (dul)