Pemkab Bogor Uji Coba Bus Listrik Gratis, Dorong Transportasi Bebas Polusi
Empat bus listrik mulai dioperasikan dalam tahap uji coba selama 3 bulan di Bogor.

HALLONEWS.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor resmi mengoperasikan layanan bus listrik gratis sebagai bagian dari upaya menghadirkan transportasi publik yang ramah lingkungan di Bogor.
Peluncuran program ini dilakukan langsung oleh Bupati Bogor, Rudy Susmanto, pada kegiatan Car Free Day di kawasan Cibinong, Minggu (5/4/2026).
Sebanyak empat unit bus listrik mulai dioperasikan dalam tahap uji coba selama tiga bulan. Seluruh armada menggunakan tenaga listrik sepenuhnya, sehingga tidak menghasilkan emisi gas buang.
Program ini menjadi langkah konkret Pemkab Bogor dalam mengurangi polusi udara sekaligus menekan ketergantungan terhadap bahan bakar minyak.
Selain itu, layanan ini juga diberikan secara gratis kepada masyarakat selama masa uji coba.
“Ini adalah transportasi 100 persen listrik dan kami gratiskan untuk masyarakat selama masa percobaan,” ujar Rudy.
Layanan bus listrik ini menghubungkan sejumlah titik penting, di antaranya Stasiun Bojonggede, Jalan Tegar Beriman, Tugu Pancakarsa, kawasan Sentul dan AEON Mall Sentul City.
Rute tersebut dipilih karena tingginya aktivitas komuter, khususnya di Stasiun Bojonggede yang melayani puluhan ribu penumpang setiap hari.
“Kehadiran bus listrik ini diharapkan dapat menjadi solusi transportasi lanjutan (feeder), sehingga masyarakat tidak perlu lagi menggunakan kendaraan pribadi setelah turun dari kereta,” ujarnya.
Pemkab Bogor menargetkan program ini mampu mengurangi penggunaan sepeda motor dan mobil pribadi, yang selama ini menjadi penyumbang utama kemacetan dan polusi.
Dengan beralih ke transportasi umum berbasis listrik, kualitas udara di wilayah Bogor diharapkan dapat meningkat secara bertahap.
“Melalui layanan ini, kami ingin menghadirkan mobilitas yang lebih bersih, nyaman, dan berkelanjutan,” kata Rudy.
Selama masa uji coba, Pemkab Bogor akan mengevaluasi tingkat penggunaan dan respons masyarakat. Jika mendapat sambutan positif, layanan ini akan dikembangkan menjadi program permanen.
Ke depan, pengelolaan direncanakan menggunakan skema Buy The Service (BTS), dengan dukungan subsidi dari pemerintah pusat dan daerah.
Selain itu, Pemkab Bogor juga tengah mengkaji pengoperasian bus wisata listrik, termasuk bus tingkat (double decker) untuk rute Cibinong hingga kawasan Puncak.
Inisiatif ini menjadi bagian dari transformasi sistem transportasi di Bogor menuju model yang lebih modern, efisien, dan bebas polusi.
Pemkab Bogor berharap kehadiran bus listrik dapat mendorong masyarakat beralih ke transportasi umum, sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi generasi mendatang. (opy)
