Menteri Imipas Kunjungi Lapas Pondok Rajeg, Salurkan 5.000 Sembako dan Layanan Kesehatan Gratis

Menteri Imipas Agus Andrianto bagikan 5.000 paket sembako dan layanan kesehatan gratis di Lapas Pondok Rajeg, sekaligus bahas kebijakan WNA overstay.

Rabu, 8 April 2026 - 16:30 WIB
Menteri Imipas Kunjungi Lapas Pondok Rajeg, Salurkan 5.000 Sembako dan Layanan Kesehatan Gratis
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto melakukan kunjungan kerja ke Lapas Pondok Rajeg, Bogor, Rabu (8/4/2026). foto Yopi/Hallonews.id

HALLONEWS.ID – Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Republik Indonesia Agus Andrianto melakukan kunjungan kerja ke Lapas Kelas II Pondok Rajeg, Bogor, Rabu (9/4/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Agus menyalurkan sebanyak 5.000 paket sembako kepada masyarakat di sekitar kawasan Taman Makam Pahlawan Pondok Rajeg. Selain itu, Kementerian Imipas juga menghadirkan layanan kesehatan gratis bagi warga.

Layanan kesehatan ini melibatkan sekitar 161 tenaga medis, termasuk dokter umum dan dokter gigi, yang memberikan berbagai pemeriksaan seperti pengecekan kesehatan gigi, kolesterol, serta layanan medis lainnya.

Dalam kesempatan itu, Agus menekankan bahwa tema kegiatan “Tangguh dalam Cobaan, Tumbuh dalam Pembinaan” memiliki makna penting dalam proses pemasyarakatan.

Menurutnya, pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada menjalani masa pidana, tetapi juga membina warga binaan agar mampu bangkit dan berkembang menjadi pribadi yang lebih baik saat kembali ke masyarakat.

“Pembinaan ini merupakan bentuk komitmen untuk membangun karakter yang dilandasi nilai kesetiaan, pengabdian, dan tanggung jawab moral,” ujarnya.

Ia berharap melalui program pembinaan yang berkelanjutan, warga binaan dapat meningkatkan kualitas diri, memiliki wawasan kebangsaan, serta kepercayaan diri sebagai bekal setelah bebas nanti.

Dalam kesempatan yang sama, Agus juga menyinggung kebijakan imigrasi terkait dinamika global, khususnya konflik internasional yang berdampak pada warga negara asing (WNA).

imigrasi1
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto melakukan kunjungan kerja ke Lapas Pondok Rajeg, Bogor, Rabu (8/4/2026). foto Yopi/Hallonews.id

Ia menjelaskan bahwa pemerintah memberikan kebijakan khusus bagi WNA yang mengalami overstay akibat situasi konflik di negara asalnya.

“Mereka yang overstay karena perang masih kami izinkan tinggal sementara di Indonesia, sambil menunggu kondisi membaik,” jelasnya.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa Indonesia tetap memberlakukan aturan ketat terkait pengungsi dan tidak membuka penerimaan pengungsi baru.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial ini diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang dijalankan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

“Kami menghadirkan tenaga medis agar pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal,” ujarnya.

Kegiatan ini menjadi wujud sinergi antara pembinaan warga binaan dan kepedulian sosial kepada masyarakat, sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan publik yang humanis dan responsif. (opy)