Impor Gula Rafinasi Disorot, Wamentan Ungkap Dampaknya ke Petani Tebu

Impor gula rafinasi dinilai merugikan petani lokal. Wamentan Sudaryono dorong pengetatan impor dan penguatan hilirisasi demi selamatkan harga gula.

Kamis, 9 April 2026 - 17:16 WIB
Impor Gula Rafinasi Disorot, Wamentan Ungkap Dampaknya ke Petani Tebu
Wamentan Sudaryono. Dok Hallonews.id

HALLONEWS.ID — Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menyoroti derasnya arus impor gula rafinasi yang dinilai berdampak langsung terhadap petani tebu dalam negeri.

Dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, Sudaryono mengungkapkan bahwa kondisi tersebut menyebabkan gula hasil produksi petani sulit terserap pasar dan harga di tingkat petani terus tertekan.

Menurutnya, persoalan ini bukan terletak pada produksi, melainkan pada lemahnya pengaturan di sektor hilir, khususnya distribusi gula rafinasi yang bocor ke pasar konsumsi.

“Seharusnya gula rafinasi untuk industri, tapi yang terjadi justru masuk ke pasar rumah tangga. Ini yang membuat gula petani kalah bersaing,” tegasnya.

Sudaryono menilai, jika impor gula dikendalikan secara ketat dan distribusinya diawasi dengan baik, maka hasil produksi petani lokal akan lebih terserap dan harga bisa kembali stabil.

Ia juga mendorong agar tata niaga gula diperkuat melalui sistem satu pintu yang dikelola BUMN, guna memastikan distribusi lebih terkontrol dan tidak merugikan petani.

Di sisi lain, pemerintah terus menggencarkan program peningkatan produksi tebu melalui berbagai intervensi di sektor hulu, mulai dari program bongkar ratoon, subsidi pupuk, hingga perluasan lahan tanam.

Dengan total dukungan anggaran mencapai triliunan rupiah, pemerintah menargetkan peningkatan produksi gula nasional hingga 1 juta ton dalam beberapa tahun ke depan.

“Kalau kebocoran di hilir bisa ditutup, maka potensi nilai tambah yang dihasilkan sangat besar dan bisa langsung dirasakan petani,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sudaryono menegaskan bahwa langkah ini sejalan dengan arahan Prabowo Subianto untuk memperkuat ketahanan pangan nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap impor. (agn)