Viral! Rp113 Miliar untuk EO, Kepala BGN Ungkap Alasan Sebenarnya

Anggaran Rp113 miliar untuk EO menuai sorotan publik. Kepala BGN akhirnya buka suara dan jelaskan alasan di balik kebijakan tersebut.

Senin, 13 April 2026 - 15:05 WIB
Viral! Rp113 Miliar untuk EO, Kepala BGN Ungkap Alasan Sebenarnya
Kepala BGN Dadan Hindayana memberikan penjelasan terkait penggunaan anggaran Rp113 miliar untuk jasa EO dalam Program Makan Bergizi Gratis. Foto: BGN for Hallonews

HALLONEWS.ID – Sorotan publik terhadap penggunaan anggaran sekitar Rp113 miliar untuk jasa Event Organizer (EO) dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akhirnya mendapat penjelasan resmi dari Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana.

Dadan menegaskan, penggunaan EO bukan sekadar untuk kegiatan seremonial, melainkan bagian dari strategi profesional dalam membangun sistem kerja lembaga yang masih berada pada tahap awal pembentukan.

“Sebagai lembaga baru yang dibentuk untuk menjalankan program strategis nasional, BGN masih dalam fase pembangunan sistem, struktur organisasi, serta tata kelola operasional,” ujar Dadan dalam keterangannya di Jakarta, Senin (13/4/2026).

Menurut Dadan, BGN saat ini belum memiliki sumber daya internal yang sepenuhnya siap untuk menangani kegiatan berskala besar secara mandiri.

Dalam kondisi tersebut, penggunaan jasa EO dinilai sebagai solusi realistis untuk menjamin kualitas pelaksanaan program.

“Penggunaan jasa EO merupakan langkah strategis untuk memastikan kegiatan berjalan profesional, terstandar, dan tepat waktu,” jelasnya.

EO, kata dia, memiliki keunggulan dalam hal manajemen acara, mulai dari perencanaan, koordinasi vendor, hingga pengelolaan teknis di lapangan dan mitigasi risiko.

Dadan juga meluruskan anggapan bahwa penggunaan EO hanya untuk kegiatan seremonial. Ia menegaskan, peran EO mencakup berbagai kegiatan penting dalam Program MBG, antara lain, sosialisasi nasional isu gizi, kampanye publik, bimbingan teknis (bimtek) penjamah makanan, dan edukasi keamanan pangan.

“Kualitas penyelenggaraan menjadi krusial agar pesan pemerintah dapat dikemas secara efektif, menarik, dan berdampak luas,” ujarnya.

Dorong Transparansi dan Tata Kelola

Selain aspek teknis, penggunaan EO juga dinilai mendukung sistem administrasi dan keuangan yang lebih tertata.

Dengan melibatkan pihak ketiga, seluruh proses—mulai dari pengadaan hingga pelaporan—dapat terdokumentasi secara sistematis.

“Hal ini memudahkan audit, pengawasan, dan akuntabilitas penggunaan anggaran negara,” kata Dadan.

Ia memastikan seluruh penggunaan anggaran dilakukan sesuai aturan dan terbuka untuk diawasi oleh lembaga pengawas.

Dari sisi efisiensi, Dadan menilai penggunaan EO lebih rasional dibandingkan membangun tim internal dalam waktu singkat.

Proses rekrutmen, pelatihan, dan pengembangan SDM membutuhkan waktu serta biaya yang tidak kecil, sementara Program MBG harus segera berjalan.

“EO hadir sebagai solusi agar program tetap bisa dieksekusi tanpa mengorbankan kualitas dan waktu,” ujarnya.

Di tengah polemik yang berkembang, BGN menegaskan komitmennya terhadap prinsip transparansi dan akuntabilitas.

“Setiap pengeluaran dilakukan sesuai ketentuan dan terbuka untuk diawasi, baik oleh pengawas internal maupun eksternal,” tegas Dadan.

Pemerintah berharap, melalui langkah ini, Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas gizi masyarakat Indonesia. (ren)