Akademi Batik Tuli Resmi Dibuka untuk Dorong Kemandirian Ekonomi Disabilitas

Akademi Batik Tuli di Rumah Batik Palbatu resmi dibuka, dorong inklusi dan kemandirian ekonomi penyandang disabilitas melalui pelatihan membatik.

Jumat, 17 April 2026 - 12:30 WIB
Akademi Batik Tuli Resmi Dibuka untuk Dorong Kemandirian Ekonomi Disabilitas
Rumah Batik Palbatu resmi membuka Akademi Batik Tuli. Foto: Hallonews/Vera

HALLONEWS.ID – Langkah nyata mendorong inklusi sosial dan pelestarian budaya kembali hadir melalui pembukaan Akademi Batik Tuli di Rumah Batik Palbatu.

Program ini menjadi ruang belajar inklusif sekaligus wadah pemberdayaan ekonomi bagi penyandang disabilitas, khususnya teman tuli.

Akademi ini diinisiasi oleh Budi Dwi Haryanto yang telah lama berkecimpung dalam dunia edukasi dan produksi batik.

Ia menegaskan bahwa program ini bertujuan membuka akses pendidikan nonformal bagi lulusan sekolah luar biasa (SLB) yang kerap mengalami keterbatasan untuk melanjutkan pendidikan.

“Kami ingin menghadirkan ruang yang tidak hanya mengajarkan keterampilan membatik, tetapi juga membangun kepercayaan diri dan kemandirian ekonomi,” ujarnya.

Program Akademi Batik Tuli dirancang berkelanjutan dengan kurikulum selama tiga semester.

Peserta akan mempelajari berbagai aspek membatik, mulai dari perancangan motif, teknik produksi, hingga tahap akhir penyelesaian produk.

Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas karya sekaligus nilai jual batik hasil produksi peserta.

Kehadiran akademi ini menjadi solusi konkret atas tantangan yang dihadapi lulusan SLB, terutama dalam hal akses pendidikan lanjutan, keterbatasan biaya, serta minimnya fasilitas pelatihan yang inklusif.

Dengan konsep pembelajaran yang adaptif, peserta didorong untuk berkembang secara mandiri dan produktif di sektor ekonomi kreatif.

Dukungan terhadap program ini juga datang dari PLN UID Jakarta Raya.

Melalui perwakilannya, Haris Andika, PLN menilai program ini memiliki dampak signifikan tidak hanya dari sisi pelatihan, tetapi juga prestasi.

“Karya-karya yang dihasilkan sudah mampu bersaing hingga tingkat provinsi dan nasional. Ini menunjukkan kualitas yang terus berkembang,” jelasnya.

Ke depan, PLN juga mendorong adanya sertifikasi kompetensi bagi peserta agar memiliki pengakuan resmi yang dapat meningkatkan daya saing di dunia kerja maupun industri kreatif.

Tak hanya sebagai pusat pelatihan, Akademi Batik Tuli juga membuka ruang kolaborasi dengan masyarakat luas.

Interaksi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman publik terhadap budaya teman tuli serta memperkuat nilai inklusivitas di tengah masyarakat.

Dengan menggabungkan pelestarian budaya dan pemberdayaan sosial, Akademi Batik Tuli di Rumah Batik Palbatu menjadi contoh nyata bahwa keterbatasan bukanlah halangan untuk berkarya dan berkontribusi.(HN)