Kemdiktisaintek Dorong Kolaborasi Lintas Sektor untuk Pengembangan PLTS 100 Giga Watt

Presiden Prabowo Subianto mendorong percepatan program PLTS 100 gigawatt (GW) untuk menggantikan pembangkit diesel.

Rabu, 22 April 2026 - 8:02 WIB
Kemdiktisaintek Dorong Kolaborasi Lintas Sektor untuk Pengembangan PLTS 100 Giga Watt
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto. Foto: Dok Kemdiktisaintek

HALLONEWS.ID – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama kementerian lain kerja sama untuk melaksanakan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Hal ini dijelaskan oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto seusai menghadiri rapat terbatas di Istana Negara, Jakarta, Selasa (21/4/2026).

“Presiden menekankan percepatan program PLTS 100 gigawatt (GW), terutama untuk menggantikan pembangkit diesel. Pada tahun ini ditargetkan pengurangan sekitar 10 GW dari pembangkit diesel, dengan potensi instalasi PLTS sekitar 17 GW,” ujar Brian.

Keterlibatan Kemdiktisaintek dalam program ini menitikberatkan pada penguatan basis keilmuan, inovasi teknologi, serta pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang mendukung transisi energi. Perguruan tinggi berperan penting dalam menyediakan kajian berbasis data yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat Indonesia.

Dalam konteks tersebut, sinergi antara pemerintah, industri, dan akademisi menjadi faktor kunci keberhasilan program. Kolaborasi ini diharapkan mampu memastikan bahwa implementasi PLTS yang berkelanjutan dan tepat sasaran.

Program PLTS 100 GW merupakan salah satu inisiatif strategis nasional dalam mendukung pencapaian target bauran energi terbarukan serta komitmen Indonesia dalam mengurangi emisi karbon. Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, program ini diharapkan menjadi pendorong utama transformasi energi menuju sistem yang lebih bersih, efisien, dan berkelanjutan.

Untuk pengembangan ini, Kemdiktisaintek bekerja sama dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Perusahaan Listrik Negara (PLN), sejumlah ahli dari beberapa perguruan tinggi, dan Danantara.

Kemdiktisaintek berkomitmen untuk terus mengambil peran strategis dalam mendukung percepatan transisi energi nasional melalui penguatan riset, inovasi teknologi, dan kolaborasi lintas sektor. Kementerian terus mendorong kontribusi aktif perguruan tinggi dalam menghasilkan solusi berbasis sains dan teknologi yang aplikatif, sekaligus menyiapkan talenta unggul di bidang energi terbarukan.

Dengan sinergi yang berkelanjutan antara pemerintah, industri, dan akademisi, harapannya implementasi program PLTS dapat dipercepat secara efektif serta memastikan pengurangan pembangkit diesel berjalan terukur dan berdampak nyata bagi ketahanan energi nasional. (gaa)