BGN Anggarkan Rp5,7 Miliar untuk Video Conference, Perkuat Koordinasi Program MBG

BGN siapkan sistem video conference bernilai Rp5,7 miliar untuk memperkuat koordinasi program makan bergizi gratis.

Jumat, 24 April 2026 - 23:00 WIB
BGN Anggarkan Rp5,7 Miliar untuk Video Conference, Perkuat Koordinasi Program MBG
Kepala BGN Dadan Hindayana menjelaskan pengadaan layanan video conference untuk mendukung program MBG. Foto: BGN for Hallonews

HALLONEWS.ID – Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan layanan video conference senilai Rp5,7 miliar untuk mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sepanjang April hingga Desember 2026.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa sistem tersebut dirancang untuk memperkuat koordinasi lintas wilayah sekaligus memastikan penyampaian kebijakan berjalan seragam hingga ke daerah.

“Program makan bergizi melibatkan banyak pihak, mulai dari pusat hingga pelaksana di lapangan. Dalam situasi ini, koordinasi yang cepat, serentak, dan terdokumentasi menjadi kunci keberhasilan,” ujar Dadan di Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh distribusi layanan, tetapi juga oleh kesamaan pemahaman seluruh pelaksana terhadap pedoman dan standar yang telah ditetapkan.

Karena itu, BGN menilai kebutuhan akan sistem komunikasi digital berkapasitas besar menjadi hal yang krusial.

Dadan menjelaskan, layanan tersebut merupakan platform enterprise terpusat yang dikelola oleh Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BGN.

Sistem ini mampu menampung sekitar 5.000 pengguna aktif dan hingga 50.000 peserta dalam satu sesi pertemuan virtual.

Pemanfaatannya mencakup berbagai agenda, mulai dari rapat koordinasi nasional dan daerah, sosialisasi kebijakan, penyampaian petunjuk teknis, bimbingan teknis bagi pelaksana, hingga forum evaluasi program dan edukasi publik.

Seluruh struktur organisasi BGN akan menggunakan sistem ini, mulai dari pejabat tingkat pusat hingga kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah.

Dengan kapasitas tersebut, BGN dapat menjangkau pelaksana program secara luas dan memastikan arahan dari pusat tersampaikan secara utuh.

“Kami ingin memastikan setiap pesan dan pedoman pelaksanaan program dapat diterima dengan baik oleh seluruh pelaksana di daerah. Ini bagian dari sistem kerja untuk menjaga kualitas program,” tegas Dadan.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi BGN dalam memperkuat tata kelola program MBG agar berjalan efektif, terintegrasi, dan tepat sasaran di seluruh Indonesia. (agn)