Usai Kunjungan Prabowo, Flyover Bekasi Timur Dikebut, Ditargetkan Rampung 6 Bulan
Pembangunan flyover Bekasi Timur dipercepat usai kunjungan Prabowo Subianto, ditargetkan rampung 6 bulan. Perlintasan rawan kecelakaan segera ditutup.

HALLONEWS.ID – Proyek flyover di Bekasi akhirnya mendapat dorongan besar. Setelah kunjungan presiden, pembangunan dipastikan dipercepat demi keselamatan dan kelancaran perjalanan kereta jarak jauh maupun KRL Commuter Line.
Sehingga, rencana pembangunan flyover di Kota Bekasi memasuki fase percepatan setelah mendapat dukungan langsung dari pemerintah pusat, menyusul kunjungan Prabowo Subianto saat menjengung korban kecelakaan kereta di RSUD.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyatakan proyek tersebut ditargetkan bisa selesai dalam waktu sekitar enam bulan ke depan. Percepatan ini diharapkan mampu mengurangi risiko kecelakaan sekaligus memperlancar perjalanan kereta dan aktivitas warga.
“Harapannya dalam enam bulan sudah rampung, sehingga perjalanan kereta lebih lancar dan masyarakat merasa lebih aman,” kata Tri kepada Hallonews, Rabu (29/4/2026).
Proyek flyover ini sebenarnya sudah berjalan sejak 2025. Pemerintah Kota Bekasi bertugas melakukan pembebasan lahan, sementara pembangunan fisik menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Hingga saat ini, kata dia, Pemkot Bekasi telah mengalokasikan dana sekitar Rp106 miliar untuk pembebasan lahan. Namun, total kebutuhan pembangunan flyover diperkirakan mencapai Rp250 miliar.
Di sisi lain, Pemprov Jawa Barat baru menganggarkan Rp20 miliar pada tahun 2026. Artinya, masih terdapat kekurangan dana cukup besar yang kini akan ditopang oleh pemerintah pusat.
Tri mengungkapkan, komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo saat meninjau kondisi di Kota Bekasi. Dukungan itu menjadi sinyal kuat bahwa proyek ini akan dipercepat realisasinya.
“Jika flyover telah beroperasi, dua perlintasan sebidang yang selama ini rawan kecelakaan, yakni di kawasan Ampera dan Bulak Kapal, akan ditutup permanen,” ungkapnya.
Langkah ini dinilai penting untuk mengurangi titik rawan kecelakaan sekaligus meningkatkan keselamatan transportasi di wilayah Bekasi yang padat lalu lintas.
”Dengan percepatan ini, flyover diharapkan tak hanya menjadi solusi kemacetan, tetapi juga jawaban atas kekhawatiran warga terhadap risiko kecelakaan di perlintasan kereta,” tandasnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah cepat dengan menyetujui pembangunan flyover di sejumlah perlintasan kereta api, termasuk di wilayah Bekasi dengan anggaran Rp4 triliun.
Keputusan ini diambil setelah Prabowo meninjau langsung kondisi korban kecelakaan di RSUD Kota Bekasi, Selasa (28/4/2026). Ia menegaskan pentingnya peningkatan keselamatan di perlintasan kereta api.
“Saya sudah perintahkan akan perbaiki semua lintasan tersebut apakah dengan pos jaga atau dengan flyover nanti pelaksanaan kita tunjuk,” ucap Prabowo.
Menurutnya, Pemkot Bekasi sebelumnya telah mengusulkan pembangunan flyover karena tingginya kepadatan lalu lintas di wilayah tersebut. Selain itu, peran transportasi kereta api dinilai sangat vital dan membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai. (dul)
