KIP Apresiasi Transparansi BAZNAS, Dinilai Bangun Kepercayaan Publik Lewat Riset
KIP mengapresiasi pendekatan transparansi BAZNAS berbasis riset dalam membangun kepercayaan publik di era keterbukaan informasi.

HALLONEWS.ID – Komisi Informasi Pusat (KIP) memberikan apresiasi tinggi terhadap komitmen Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dalam mendorong keterbukaan informasi publik melalui pendekatan berbasis riset dan data.
Apresiasi tersebut disampaikan Wakil Ketua KIP, Arya Sandhiyudha, dalam agenda Pemaparan Hasil Penelitian Alumni Beasiswa Riset BAZNAS bertajuk transparansi dan akuntabilitas zakat, yang digelar bertepatan dengan Hari Keterbukaan Informasi Nasional, Kamis (30/4/2026).
Dalam sambutannya, Arya menilai BAZNAS telah melampaui sekadar kewajiban administratif sebagai badan publik. Ia menyebut lembaga tersebut berhasil membangun ekosistem informasi yang kuat, berbasis penelitian, serta berorientasi pada kemaslahatan umat.
Menurutnya, langkah BAZNAS menggelar forum ilmiah untuk menguji hasil riset merupakan pendekatan yang jarang dilakukan oleh lembaga publik lainnya. Hal ini dinilai sebagai inovasi dalam memperkuat transparansi sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola zakat.
Arya bahkan mengaku secara khusus memilih menghadiri kegiatan BAZNAS di tengah padatnya agenda Hari Keterbukaan Informasi Nasional. Ia menegaskan bahwa peran BAZNAS sangat strategis karena berkaitan langsung dengan kepentingan umat, serta memiliki dampak luas dalam membangun kepercayaan publik.
Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya memahami respons masyarakat terhadap pengelolaan zakat melalui pendekatan yang beragam. Menurutnya, transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi harus menjadi fondasi utama dalam menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin kritis, terutama di era digital.
“Keberhasilan lembaga zakat tidak hanya diukur dari nilai etik internal, tetapi juga dari kemampuannya merespons masyarakat informasi yang dinamis,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Divisi Program Pendidikan dan Dakwah BAZNAS RI, Farid Septian, menjelaskan bahwa tema riset yang diangkat selaras dengan momentum Hari Keterbukaan Informasi Nasional.
Ia menambahkan, hasil penelitian dari para alumni Beasiswa Cendekia BAZNAS diharapkan mampu memperkuat kepercayaan muzaki terhadap lembaga. Selain itu, riset tersebut juga menjadi upaya kontekstualisasi pengelolaan zakat agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.
“Dengan tata kelola yang lebih baik, kepercayaan muzaki akan meningkat dan manfaat bagi mustahik dapat lebih optimal,” ujarnya.
Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah pejabat BAZNAS serta perwakilan lembaga zakat dan alumni penerima manfaat program riset, sebagai bagian dari upaya bersama mendorong transparansi dan akuntabilitas pengelolaan zakat di Indonesia. (srv)
