BNN Tutup Padel Tournament Piala Bersinar 2026, Suyudi Ario Seto Ajak Generasi Muda Tinggalkan Narkoba Lewat Gaya Hidup Sehat

Padel Tournament Piala Bersinar 2026 resmi ditutup oleh Kepala BNN RI Suyudi Ario Seto. Ajang ini jadi strategi humanis BNN dorong generasi muda hidup sehat dan bebas narkoba.

Senin, 4 Mei 2026 - 21:45 WIB
BNN Tutup Padel Tournament Piala Bersinar 2026, Suyudi Ario Seto Ajak Generasi Muda Tinggalkan Narkoba Lewat Gaya Hidup Sehat
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Suyudi Ario Seto resmi menutup gelaran Padel Tournament Piala Bersinar 2026 yang berlangsung selama tiga hari di Casa de Padel, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Minggu (3/5/2026). Foto: Humas BNN for Hallonews.id

HALLONEWS.ID – Badan Narkotika Nasional (BNN) resmi menutup gelaran Padel Tournament Piala Bersinar 2026 yang berlangsung selama tiga hari di Casa de Padel, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Minggu (3/5/2026).

Penutupan dilakukan langsung oleh Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto, sebagai simbol komitmen kuat dalam mengampanyekan gaya hidup sehat tanpa narkoba.

Turnamen berskala nasional ini tidak hanya menghadirkan kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pendekatan baru BNN yang lebih humanis, edukatif, dan relevan dengan generasi muda.

Sebelum penutupan, suasana semakin meriah lewat laga eksibisi yang mempertemukan sejumlah tokoh publik. Kepala BNN RI bersama Plt. Deputi Pemberantasan BNN RI, Roy Hardi Siahaan, turut bermain bersama Raffi Ahmad, Dedi Mahendra Desta, dan Gading Marten.

Kehadiran mereka memperkuat pesan kolaborasi lintas sektor dalam mendukung program P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika).

BNN2
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Suyudi Ario Seto resmi menutup gelaran Padel Tournament Piala Bersinar 2026 yang berlangsung selama tiga hari di Casa de Padel, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Minggu (3/5/2026).
Foto: Humas BNN for Hallonews.id

Dalam sambutannya, Suyudi menegaskan bahwa pendekatan melalui olahraga seperti padel merupakan langkah strategis untuk mengubah paradigma pencegahan narkoba.

“Kami mendorong pendekatan yang lebih humanis dan preventif dengan melibatkan anak muda dalam kegiatan positif. Padel menjadi momentum untuk membangun gaya hidup sehat yang menjauhkan dari narkotika,” ujarnya.

Antusiasme peserta menjadi bukti keberhasilan pendekatan ini. Sebanyak 312 atlet dari berbagai daerah ambil bagian dalam 12 kategori pertandingan. Tingginya partisipasi menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi medium efektif dalam menyampaikan pesan sosial yang kuat.

Sementara itu, Raffi Ahmad menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif BNN. Ia menilai olahraga mampu menjadi sarana yang efektif dalam membangun kesadaran generasi muda terhadap bahaya narkoba sekaligus memperkuat solidaritas sosial.

Menurutnya, pendekatan yang humanis juga penting dalam penanganan pecandu, dengan mengedepankan rehabilitasi daripada stigma.

“Generasi muda harus dirangkul, bukan dijauhi. Kegiatan seperti ini bisa menjadi pintu masuk untuk perubahan yang lebih besar,” kata Raffi.

Menutup acara, Suyudi berharap turnamen ini dapat menjadi agenda berkelanjutan dan menginspirasi masyarakat luas untuk menjadikan olahraga sebagai gaya hidup. Ia juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama menjauhi narkotika demi mewujudkan Indonesia Bersinar dan mendukung visi Generasi Emas 2045. (gin)