Pemkot Sidak Limbah Botani Square dan Santika, Ini Hasil Temuannya!
Pemkot Bogor meninjau pengolahan limbah Botani Square dan Hotel Santika. Hasil sesuai prosedur, namun komunikasi dengan warga dinilai masih perlu ditingkatkan.

HALLONEWS.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama manajemen Botani Square dan Hotel Santika Bogor melakukan peninjauan langsung terhadap instalasi pengolahan limbah, Selasa (5/5/2026).
Langkah ini dilakukan untuk memastikan sistem pengelolaan limbah berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sekaligus menindaklanjuti isu dugaan pencemaran yang sempat menjadi perhatian publik.
Selain inspeksi lapangan, kegiatan juga dirangkaikan dengan konferensi pers yang melibatkan unsur pemerintah daerah, pihak manajemen, serta media.
Perwakilan manajemen, Harlan Bengardi, menjelaskan bahwa keterbukaan ini merupakan bagian dari upaya klarifikasi kepada masyarakat.
“Kegiatan hari ini menindaklanjuti klarifikasi sebelumnya. Kami bersama jajaran Pemkot melihat langsung ke lokasi untuk membuktikan bahwa operasional kami berjalan sesuai aturan,” ujarnya.
Ia menegaskan, seluruh proses pengolahan limbah telah dijalankan sesuai prosedur yang ditetapkan. Pengelolaan dilakukan secara mandiri dengan pengawasan ketat, dan jika melibatkan pihak ketiga tetap mengacu pada ketentuan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor.
Meski demikian, pihak manajemen mengakui masih ada aspek yang perlu diperbaiki, terutama dalam hal komunikasi dengan masyarakat.
“Kami menyadari perlu ada peningkatan, khususnya dalam sosialisasi kepada warga. Ke depan, kami akan lebih intens berkomunikasi agar masyarakat memahami proses pengolahan limbah yang kami lakukan,” jelas Harlan.
Sebagai langkah perbaikan, manajemen berkomitmen meningkatkan sosialisasi serta menerapkan langkah preventif dengan menambah kapasitas instalasi sebelum mencapai batas maksimal.
Pihak manajemen juga berharap, melalui peninjauan langsung ini, kekhawatiran masyarakat dapat terjawab dan polemik yang berkembang dapat mereda.
Sementara itu, Camat Bogor Tengah, Dheri Wiriadirama, menyampaikan bahwa hasil peninjauan menunjukkan pengelolaan limbah telah sesuai prosedur.
“Kami sudah melihat langsung prosesnya, termasuk dokumen perizinan dan sistem pengelolaannya yang telah ditunjukkan,” ungkapnya.
Meski demikian, ia menekankan pentingnya peningkatan komunikasi antara pengelola dan warga sekitar. Menurutnya, keterbukaan informasi menjadi kunci untuk mencegah kesalahpahaman di masa mendatang.
“Ke depan, komunikasi dengan warga harus lebih baik, terutama dalam merespons aduan yang dirasakan masyarakat,” pungkasnya. (opy)
