Amran Klaim Swasembada Pangan Kian Kokoh, Stok Beras Tembus 5,3 Juta Ton
Mentan Amran Sulaiman menyebut stok beras nasional mencapai 5,3 juta ton hingga gudang Bulog penuh. Pemerintah optimistis swasembada pangan Indonesia makin kuat.

HALLONEWS.ID – Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyebut meningkatnya produksi dan serapan beras nasional menjadi sinyal kuat bahwa fondasi swasembada pangan Indonesia semakin kokoh.
Lonjakan hasil panen yang terserap ke gudang-gudang Perum Bulog di berbagai daerah kini mulai terlihat nyata, ditandai dengan kapasitas penyimpanan yang hampir penuh di sejumlah sentra pangan nasional.
Hal itu terlihat saat Mentan Amran meninjau gudang sewa Perum Bulog di kawasan Romokalisari, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (13/5/2026).
Dalam peninjauan tersebut, dua gudang berkapasitas total 8.000 ton tercatat telah terisi 7.610 ton beras atau nyaris penuh dengan sisa kapasitas sekitar 390 ton.
“Kalau ada yang mengatakan ini diragukan stok yang ada sekarang, ini sewa gudang nih sekarang nih. Ini gudang yang kita lihat ini disewa, kenapa? Sudah full,” kata Amran.
Gudang di Kompleks Bumi Maspion Gudang Romokalisari II itu mulai disewa Bulog sejak April 2026 untuk menampung lonjakan stok beras dari wilayah Surabaya dan sekitarnya.
Sebelumnya, kapasitas gudang Bulog di Surabaya sebesar 200 ribu ton dilaporkan telah penuh, sehingga Bulog menambah dua gudang sewa masing-masing berkapasitas 4.000 ton.
Tingginya stok beras disebut berasal dari meningkatnya serapan gabah petani di daerah sentra produksi seperti Gresik, Sidoarjo, dan wilayah sekitar.
Rata-rata serapan harian mencapai 1.500 ton gabah atau setara 750 ton beras yang dijemput langsung Bulog bersama mitra pangan dari petani dan penggilingan.
Secara nasional, stok cadangan beras pemerintah kini mencapai 5,3 juta ton. Sementara kapasitas gudang Bulog hanya sekitar 4 juta ton sehingga pemerintah harus menambah gudang sewa berkapasitas 2 juta ton.
Menurut Mentan Amran, kondisi tersebut menunjukkan kerja sama pemerintah pusat, Bulog, pemerintah daerah, hingga petani berjalan efektif dalam menjaga produksi dan distribusi pangan nasional.
“Kapasitas gudang lebih dari 3 juta ton, sekarang 5,3 juta ton, sudah sewa 2 juta ton. Kalau ini data tidak benar, kepala gudang itu dipenjara tuh, langsung masuk,” ujarnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per 4 Mei 2026, luas panen padi di Jawa Timur periode Januari–Juni 2026 diperkirakan mencapai 1.167.609 hektare dengan produksi gabah kering giling sebesar 6,62 juta ton.
Dari jumlah tersebut, produksi beras diperkirakan mencapai 3,82 juta ton atau meningkat dibanding periode yang sama tahun 2025 sebesar 3,63 juta ton.
Sementara secara nasional, produksi beras Januari–Juni 2026 diproyeksikan mencapai 19,31 juta ton.
Pemerintah menilai tren peningkatan produksi di berbagai sentra utama menjadi modal penting untuk memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan pihaknya terus memperkuat kapasitas penyerapan dan penyimpanan guna memastikan hasil panen petani terserap optimal.
Menurutnya, lonjakan stok beras menjadi indikasi meningkatnya produksi nasional sekaligus tingginya kepercayaan petani terhadap penyerapan pemerintah.
“Produksi pertanian 2026 sangat melimpah dan sampai hari ini total stok Bulog secara nasional 5,3 juta ton. Dengan stok ini, Bulog harus menyewa gudang,” ujar Ahmad Rizal.
Ia menambahkan Bulog juga telah menyiapkan pembangunan 100 gudang tambahan agar ke depan tidak lagi bergantung pada gudang sewa untuk menampung stok pangan nasional. (agn)
