Program MBG Tambah Volume Sampah Harian di Kota Bogor hingga 2 Ton

Program Makan Bergizi Gratis di Kota Bogor memicu kenaikan volume sampah harian hingga 2 ton. DLH mendorong pengelolaan sampah organik melalui budidaya magot.

Sabtu, 16 Mei 2026 - 16:46 WIB
Program MBG Tambah Volume Sampah Harian di Kota Bogor hingga 2 Ton
Sampah di Kota Bogor naik akibat kiriman dari dapur MBG. Foto: Hallonews/yopy

HALLONEWS.ID – Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor mencatat adanya peningkatan volume sampah harian sejak pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di wilayah Kota Bogor.

Tambahan sampah tersebut berasal dari aktivitas dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di sejumlah kecamatan.

Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan DLH Kota Bogor, Deden Adi Suryadi mengatakan, saat ini terdapat tambahan timbulan sampah sekitar dua ton per hari dari 11 SPPG yang mendapat layanan langsung dari DLH.

“Sebelum program MBG berjalan, volume sampah yang ditangani di Kota Bogor mencapai sekitar 550 ton per hari,” kata Deden, Sabtu (16/5/2026).

Setelah adanya operasional dapur SPPG, jumlah tersebut meningkat menjadi kurang lebih 552 ton per hari.

DLH Kota Bogor menjelaskan sebagian besar sampah masih dibawa ke TPA Galuga. Persentasenya mencapai sekitar 70 persen dari total sampah harian.

Sementara itu, sekitar 30 persen sampah lainnya diolah di tempat pengolahan sementara (TPS) menggunakan metode penguraian berbasis budidaya magot.

Cara ini dinilai lebih efektif untuk mengurangi sampah organik dari aktivitas dapur MBG.

Menurut Deden, jumlah SPPG di Kota Bogor sebenarnya telah mencapai lebih dari 100 titik.

Namun, tidak seluruhnya berada dalam layanan langsung DLH karena sebagian pengelolaan sampah dilakukan secara mandiri oleh masyarakat melalui TPS di tingkat kelurahan.

DLH pun mengimbau setiap SPPG untuk mulai menerapkan pengolahan sampah organik dengan metode budidaya magot.

Selain membantu mengurangi volume sampah, metode tersebut juga memiliki nilai ekonomis.

Hasil penguraian sampah organik dapat dimanfaatkan menjadi pupuk, sedangkan magot yang dibudidayakan bisa digunakan sebagai pakan ikan maupun unggas. (opy)