Prabowo Resmikan 10 Gudang Pangan dan 166 SPPG Polri, Panen Jagung Tembus 1,23 Juta Ton

Presiden Prabowo Subianto meresmikan 10 gudang ketahanan pangan dan 166 SPPG Polri di Tuban. Panen raya jagung kuartal II disebut mencapai 1,23 juta ton dan mulai ekspor ke Malaysia.

Sabtu, 16 Mei 2026 - 16:17 WIB
Prabowo Resmikan 10 Gudang Pangan dan 166 SPPG Polri, Panen Jagung Tembus 1,23 Juta Ton
Presiden Prabowo Subianto meresmikan pembangunan 10 gudang ketahanan pangan Polri, peluncuran operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), serta panen raya jagung kuartal II di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Tangkapan layar hallonews

HALLONEWS.ID – Presiden Prabowo Subianto meresmikan pembangunan 10 gudang ketahanan pangan Polri, peluncuran operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), serta panen raya jagung kuartal II di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

Peresmian dilakukan secara simbolis dengan penekanan tombol sirine bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan Kapolri Listyo Sigit Prabowo.

Dalam sambutannya, Prabowo menegaskan pentingnya penguatan ketahanan pangan nasional melalui kolaborasi antara pemerintah, Polri, dan masyarakat tani.

“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, groundbreaking 10 gudang ketahanan pangan Polri, launching operasional 166 SPPG Polri, serta panen raya jagung saya nyatakan dimulai,” ujar Prabowo.

Usai peresmian, Presiden turut meninjau area panen dan mencoba langsung kendaraan mesin panen jagung bersama para petani.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam laporannya menyebut panen raya jagung kuartal II digelar serentak di lahan seluas 189.760 hektare dengan potensi produksi mencapai 1,23 juta ton jagung.

Menurutnya, hasil panen tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat stok pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

“Sebanyak 100 ton hasil panen akan diekspor ke Malaysia melalui perbatasan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat,” kata Sigit.

Ia menjelaskan koperasi membeli jagung dari petani dengan harga Rp6.500 per kilogram, lalu dijual ke Malaysia seharga Rp7.000 per kilogram sehingga memberikan keuntungan tambahan bagi petani dan koperasi.

Selain sektor pangan, Sigit juga memaparkan perkembangan pembangunan SPPG Polri untuk mendukung program pemenuhan gizi masyarakat.

Hingga saat ini, Polri tercatat telah memiliki 1.376 unit SPPG di berbagai wilayah Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 736 unit sudah beroperasi, 172 unit memasuki tahap persiapan operasional, dan 468 unit masih dalam proses pembangunan.

Program tersebut disebut menjadi salah satu dukungan Polri terhadap penguatan layanan pangan dan gizi nasional di daerah. (*)