Kapolri Bangun 28 Gudang Ketahanan Pangan, Tampung Ribuan Ton Hasil Panen Jagung

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkap Polri akan memiliki 28 gudang ketahanan pangan di berbagai daerah Indonesia untuk menyerap dan menjaga stabilitas hasil panen jagung serta komoditas pangan lainnya.

Sabtu, 16 Mei 2026 - 17:33 WIB
Kapolri Bangun 28 Gudang Ketahanan Pangan, Tampung Ribuan Ton Hasil Panen Jagung
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat groundbreaking 10 gudang ketahanan pangan Polri, serta peluncuran operasional 166 SPPG Polri di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Humas Polri for Hallonews

HALLONEWS.ID – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui pembangunan gudang penyimpanan hasil panen di berbagai wilayah Indonesia.

Total nantinya akan ada 28 gudang ketahanan pangan yang disiapkan untuk memaksimalkan penyerapan hasil panen petani.

Hal itu disampaikan Sigit saat memberikan laporan di hadapan Presiden Prabowo Subianto dalam agenda panen raya jagung serentak kuartal II, groundbreaking 10 gudang ketahanan pangan Polri, serta peluncuran operasional 166 SPPG Polri di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

Menurut Sigit, saat ini Polri telah membangun 18 gudang penyimpanan pangan yang berdiri di atas lahan milik Polri dan tersebar di 12 provinsi.

Pembangunan tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan Perum Bulog guna mendukung peningkatan kapasitas penyimpanan hasil panen nasional.

“Seiring dengan adanya potensi peningkatan volume hasil panen, melalui kerja sama dengan Perum Bulog, Polri telah membangun 18 gudang penyimpanan pada lahan Polri di 12 provinsi,” ujar Sigit.

Tak berhenti di situ, pada hari yang sama Presiden Prabowo juga melakukan groundbreaking pembangunan 10 gudang ketahanan pangan tambahan.

Dengan pembangunan tersebut, total gudang pangan Polri nantinya mencapai 28 unit yang tersebar di sejumlah daerah strategis.

Kapolri menjelaskan, masing-masing gudang memiliki kapasitas penyimpanan hingga 1.000 ton. Selain itu, terdapat satu gudang besar dengan kapasitas mencapai 10.000 ton yang ditargetkan selesai pada Juni 2026.

Keberadaan gudang tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan pangan nasional sekaligus membantu penyerapan hasil panen petani agar tidak mengalami kerugian akibat keterbatasan tempat penyimpanan.

Tak hanya untuk jagung, gudang ketahanan pangan Polri juga diproyeksikan dapat menampung berbagai komoditas penting lainnya seperti beras dan bahan pangan strategis lainnya.

Sigit menegaskan, Polri akan terus mendukung penguatan ekosistem pertanian nasional dari hulu hingga hilir.

Dukungan itu mencakup penyiapan lahan, penyediaan bibit, proses penanaman, perawatan tanaman hingga memastikan hasil panen terserap dengan baik.

“Polri berkomitmen untuk terus mendukung dan mewujudkan ekosistem pertanian jagung secara menyeluruh mulai dari hulu sampai hilir,” tutupnya. (min)