Tangis Franka Makarim Pecah, Pertanyaan Anak Nadiem Bikin Publik Tersentuh

Franka Makarim akhirnya buka suara soal kasus hukum Nadiem Makarim dan mengungkap kisah sang anak di ruang tahanan.

Minggu, 17 Mei 2026 - 11:00 WIB
Tangis Franka Makarim Pecah, Pertanyaan Anak Nadiem Bikin Publik Tersentuh
Franka Makarim buka suara, pertanyakan tuduhan terhadap suaminya. Foto: Podcast Denny Sumargo for Hallonews

HALLONEWS.ID – Istri mantan Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Nadiem Makarim, Franka Makarim, akhirnya buka suara untuk pertama kalinya di depan publik terkait proses hukum yang menjerat suaminya.

Dalam perbincangan di podcast milik Denny Sumargo, Franka menyampaikan kegelisahan dan pertanyaan yang selama ini ia pendam di tengah tuntutan 27 tahun penjara terhadap Nadiem.

Dengan nada tenang namun penuh emosi, Franka mempertanyakan dasar tuduhan yang dialamatkan kepada suaminya.

“Jadi kejahatan suami saya apa?” ujar Franka dalam tayangan podcast dikutip pada Minggu (17/5/2026).

Salah satu momen yang paling menyita perhatian publik adalah ketika Franka menceritakan pertanyaan polos putrinya yang masih berusia lima tahun.

Menurut Franka, sang anak belum memahami alasan ayahnya harus berada di tahanan.

Usai jam kunjungan berakhir, anaknya disebut sempat menangis sambil bertanya mengapa dirinya tidak bisa menginap bersama sang ayah.

“Kenapa Siera enggak bisa nginep di sini sama Dada? Emang Dada enggak punya tempat tidur di situ?” tutur Franka menirukan ucapan anaknya.

Menurutnya, bagi seorang ibu, pertanyaan itu disebut menjadi salah satu momen paling berat yang harus dihadapi di tengah proses hukum yang berjalan.

Dalam wawancara tersebut, Franka juga menegaskan keyakinannya terhadap integritas Nadiem.

Saat ditanya mengenai tingkat kejujuran suaminya dalam skala satu sampai sepuluh, Franka menjawab tanpa ragu.

“Sepuluh. Tidak ada bohong satu pun,” katanya.

Ia bahkan menyebut Nadiem selama puluhan tahun hanya menggunakan satu nomor telepon genggam dan tidak pernah menggantinya.

“Tidak ada hal yang disembunyikan oleh suaminya karena akses komunikasi tersebut bisa diketahui banyak pihak,” tegasnya.

Franka juga menyinggung sejumlah fakta persidangan yang menurutnya penting diketahui publik.

Ia menyebut grup WhatsApp yang sebelumnya ramai disebut sebagai bukti perencanaan korupsi justru tidak masuk dalam dakwaan.

Selain itu, ia menegaskan Nadiem hanya menghadiri satu rapat sebelum proses pengadaan dan tidak menandatangani persetujuan pembelian apa pun.

Franka juga membantah tudingan aliran dana ratusan miliar rupiah kepada Nadiem.

“Transaksi yang dipersoalkan merupakan perpindahan dana internal perusahaan untuk kebutuhan IPO dan tidak mengalir ke rekening pribadi,” ucapnya.

Ia mengatakan sejumlah dokumen perbankan telah menunjukkan tidak adanya aliran dana ke individu tertentu.

Dalam pernyataannya, Franka turut mempertanyakan proses persidangan yang menurutnya belum memberikan ruang pembelaan yang seimbang.

Ia menyoroti jaksa yang menghadirkan puluhan saksi dan ahli selama berbulan-bulan, sementara tim kuasa hukum Nadiem baru memulai pembelaan sebelum proses tuntutan dibacakan.

“Sebagai orang yang dituduhkan dan hidupnya diambil sebelum terbukti, kok tidak mendapatkan kesempatan yang sama?,” pungkasnya. (fer)